Gawat! Sisa USD10 Miliar, Venezuela Mulai Kehabisan Uang Tunai
Senin, 24 April 2017 - 14:10:07 WIB
SULUHRIAU- Venezuela kembali dihadapi masalah. Negara di Benua Amerika tersebut kehabisan waktu dan uang tunai.
Tercatat, Venezuela hanya memiliki cadangan devisa sekira USD10 miliar atau Rp130 triliun (kurs Rp13.000 per USD).
Uang tunai dibutuhkan Venezuela untuk menjaga ekonomi tetap stabil dan menghadapi masa-masa sulit. Demikian seperti dilansir CNN Money, Jakarta, Senin (24/4/2017).
Yang lebih buruk lagi, sebagian besar cadangan tersebut tidak menghasilkan uang tunai. Sekira USD7 miliar berbentuk batangan emas, yang tidak mempermudah pembayaran.
Saat ini, Venezuela memiliki banyak tagihan utang yang harus segera dibayarkan. Venezuela berutang USD6 miliar untuk pembayaran utang untuk sisa tahun ini.
Tidak ada tanda-tanda bahwa sumber pendapatan satu-satunya negara yakni ekspor minyak akan mampu membayar utang-utang tersebut. Venezuela pun berisiko mengalami gagal membayar utangnya tahun ini, yang berarti tidak akan bisa mendapatkan lebih banyak pinjaman untuk membayar kebutuhan dasar seperti makanan dan obat-obatan, yang kekurangan pasokan.
Sekedar informasi, pada tahun 2011, Venezuela memiliki cadangan USD30 miliar di bank. Namun di 2015 tergerus mencapai USD20 miliar. Gambaran keuangan yang memburuk menggarisbawahi masalah Venezuela.
Protes kekerasan dan anti-pemerintah menewaskan tiga orang pada hari Rabu, dan lebih banyak demonstrasi dijadwalkan akhir pekan ini. Angkatan bersenjata bertemu pemrotes dengan gas air mata dan tembakan.
General Motors (GM) mengatakan bahwa pihak berwenang Venezuela menyita pabrik perakitannya. Pihak berwenang kemudian membantahnya ditangkap, dengan mengatakan bahwa hal itu diembargo sampai kasus pengadilan yang telah berlangsung lama diselesaikan, namun pembedaan tersebut tidak menjadi masalah bagi GM.
IMF memperkirakan pada hari Selasa bahwa inflasi di Venezuela akan meroket 720% sementara pengangguran akan meningkat lebih dari 25%. Tahun ini kemungkinan akan menandai resesi keempat tahun berturut-turut. Seluruhnya berada di bawah kepemimpinan Presiden Nicolas Maduro, yang menyalahkan AS dan lawan-lawan politik untuk masalah negara tersebut.
Tapi banyak yang mempertanyakan prioritas pemerintah. Pasalnya, Venezuela tidak mampu membayar impor makanan untuk jutaan warganya yang kelaparan. Namun menyumbangkan sekira USD500.000 untuk pelantikan Presiden Trump. Untuk melakukan pembayaran utang tahun lalu, pemerintah Venezuela mulai mengirimkan beberapa emasnya ke Swiss untuk dijadikan jaminan pinjaman atau pertukaran tunai-untuk-emas. Sejauh ini, Venezuela telah membayar para krediturnya alih-alih membayar impor makanan dan obat-obatan dasar untuk warga negaranya yang sedang berjuang.
Sumber: CNN Indonesia, Okezon.com
Mohon Maaf: Ada kesalahan muncul foto di berita ini sebelumnya, ada upaya oknum-oknum tertrntu memasukkan foto di luar pantauan kami. trim redaksi.
Komentar Anda :