Obat Tradisiona Sulit Tembus Pasar Ekspor di Era MEA
Sabtu, 15 April 2017 - 16:19:45 WIB
SULUHRIAU, Pekanbaru- Obat tradisional nyaris belum bisa menikmati kemuddahan bisnis di masyarakat ekonomi asean (MEA).
Hambatan pengusaha lokal pelaku industri obat tradisional sulit menembus ekspore antara lain akibat adanya non-tarif.
Sentra pengembangan dan penerapan pengobatan tradisional (SP3T) Yohanes Sabtu, (15/4/2017) mengatakan, hampir tiap negara memiliki standar yang berbeda-beda, seperti Malaysia mewajibkan pembelian stiker untuk setiap produk yang dipasarkan meskipun produk tersebut sudah mendapat izin dari badan pengawas obat dan makanan (BPOM).
Yohanes bahkan regulator di indonesia belum cukup mengerahkan diri untuk membuat hambatan non-tarif seperti yang dilakukan negara lain, padahal Indonesia merupakan pasar terbesar di asean yang merupakan sasaran dari tiap negara asean lainnya dan kendal lain sehingga obat tradisional indoensia sulit menembus pasar Asean.
Yohanes menjelaskan, saat ini indonesia masih bersikeras pemberlakuan harmonisasi standar asean dapat ditunda hingga 2020 untuk mempersiapkan pelaku industri kecil menengah agar tidak kalah bersaing hingga mempersiapkan regulasi untuk menjaga pasar lokal. [slt]
Komentar Anda :