Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Nasional
Novel Baswedan Disiram Air Keras Pulang Shalat Subuh dari Masjid
Selasa, 11 April 2017 - 08:54:27 WIB
Novel Baswedan

JAKARTA, Suluhriau- Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan tidak melihat wajah pelaku yang menyiram air keras kepadanya.

Novel disiram air keras pagi ini di dekat rumah (berselang dua rumah) sepulang shalat subuh. Tepat kejadian tersebut berlokasi di Jl Deposito depan Mesjid Al Ikhsan Rt 03 RW 10, Kelapa Gading Jakarta Utara..

"Tidak bisa melihat wajah pelaku, karena menggunakan helm," kata adik Novel, Taufik Baswedan, Selasa (11/4/2017). Pelaku menyiram air keras dari motor yang dikendarainya. Saat Novel menengok ke belakang, ia langsung disiram. "Pelakunya dua orang, berboncengan," tambah Taufik.

Sekarang Novel sedang menjalani perawatan di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading. "Air keras mengenai wajah," tambah Taufik Namun hingga saat ini kondis Novel sadar. Air mengenai sebagian wajah dan mata.

Menurut Taufik, keluarga sudah melaporkan kasus ini ke polisi. "Saat ini polisi sudah datang ke RS, ada polsek Kelapa Gading dan lainnya," ungkap Taufik. Taufik juga mengakui rekan-rekan Novel di KPK sudah datang ke RS.

Kejadian ini dibenrakan juru Bicara KPK, Febri Diansya. "Benar ada kejadian (penyiraman) itu, tadi pagi setelah shalat Shubuh, pegawai kita yang juga Penyidik Senior, Novel Baswedan disiram air keras oleh orang yang belum kita kenal," kata Febri Selasa (11/4/2017).


Tim KPK Olah TKP Teror Novel

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif menuturkan tim keamanan dari KPK telah diturunkan untuk meninjau tempat kejadian perkara (TKP) penyiraman air keras terhadap salah satu penyidik KPK, Novel Baswedan. "Sudah, sudah di sana, tim keamanan sedang mengolah tempat kejadian perkaranya," ujar, Selasa (11/4/2017).

Laode menyatakan penyiraman air keras kepada salah satu penyidik KPK, Novel Baswedan, itu berkaitan dengan kasus korupsi yang ditanganinya. "Enggak ada yang bisa mengetahui, tapi pasti mungkin berhubungan dengan yang dia kerjakan," kata dia.

Laode pun menilai penyiraman air keras terhadap Novel ini juga sama sekali tidak berhubungan dengan konflik internal di lembaga antirasuah itu. "Bukan konflik internal, enggak ada hubungannya itu," ucap dia.

"Tamparan Koruptor Bagi Pemerintah"

Penganiayaan terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan sesungguhnya merupakan tamparan kepada negara yang selama ini pemerintahnya tidak jelas berdiri di mana. "Sebetulnya ini bukan teror ke Novel pribadi saja. Melainkan teror ke negara. Pemerintahnya seolah senyap selama ini dalam pemberantasan korupsi. Hanya ada di ucapan tapi tidak ada di tindakan dalam penegakan hukum, ujar Direktur Komite Pemantau Legislatif (KOPEL) Indonesia, Syamsuddin Alimsyah, Selasa (11/4).

Dia mengatakan kejadian ini sesungguhnya menjadi tamparan dari koruptor bagi pemerintah sekarang yang cenderung bermain aman. Syamsuddin mengatakan, pemerintah dalam hal ini Presiden sejatinya memposisikan diri sebagai panglima besar dalam pemberantasan korupsi yang memiliki kepekaan dan antisipasi. Misalnya dalam kasus KTP elektronik (KTP-el).

Syamsuddin mengatakan, sejak dari awal kasus KTP-el, harusnya Presiden peka dan paham betul bahwa kasus ini melibatkan bukan orang biasa. Melainkan elite yang memiliki kekuatan besar yang menggoyang negara. "Bukankah KPK juga sudah terang menjelaskan hal ini?" ujarnya.

Itu artinya, lanjut Syamsuddin, bila negara melalui pemerintahnya benar peduli anti korupsi seharusnya mengerahkan seluruh kekuatan untuk mem-backup KPK menuntaskan kasus ini. "Kita mengecam kasus ini, dan mengutuk keras. Pelakunya harus diusut. Tapi yang terpenting negara melalui pemerintah juga harus dituntut keberpohakannya yang jelas. Negara harus turun tangan," katanya.

Sumber: Antara, Republika.co.id | Editor: Jandri



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat