Grapari Minta Pengelola Museum SNU Tanggungjawab Raibnya Benda Bersejarah
Selasa, 04 April 2017 - 19:26:23 WIB
SULUHRIAU, Pekanbaru- Sejumlah massa dari gerakan aksi peduli sejarah Riau (Grapari) berunjuk rasa, Selasa, (4/4/2017) di Meseum Sang Nila Utama.
Mereka menuntut pihak pengelola Meseum Sang Nila Utama (SNU) bertanggungjawab atasa hilangnya sejumlah benda bersejara di Meseum beralamat di Jl Jenderal Sudirman Pekanbaru beberapa waktu lalu.
Mereke menyayangkan atas kejadian ini, dan jangan hal ini sebelah mata," Kami sangat menyangkan atas raibnya benda-benda bersejarah yang ada di museum iru," ujar Koordinator lapangan Gerakan Aksi Peduli Sejarah Riau, Andreas Fransiska.
Ia mengatakan, dengan hilangnya benda bersejarah tersebut, berarti sama saja dengan menghilangkan bukti peradaban yang ada di Riau. Pada hal benda-benda bersejarah itu adalah kekayaan tak ternilai yang belum tentu dimiliki daerah lain.
"Ini adalah sebuah identitas bangsa. Benda-benda sejarah, artefak kuno yang hilang ini tak bisa dinilai dengan duit," ujar Andreas.
Sebelumnya, ada tujuh koleksi benda sejarah hilang dari meseum itu, tiga keris Melayu, satu Pedang Melayu Sondang, satu piring celadon emas, satu buah kendi peninggalan zaman VOC dan satu kendi janggut dari 119 koleksi museum Sang Nila Utama.
Hilangnya benda itu dinilai terlambat dilaporkan, sekitar lebih dari sepekan baru dilaporkan.
Sebab itu, Grapari juga menilai atas kejadian ini, tagline 'The Homeland of Melayu' sebagai sebuah isyarat Riau adalah Negeri Melayu masih dipertanyakan. [yas]
Komentar Anda :