Polisi Lepaskan Gas Air Mata ke Pendemo Gereja
Jumat, 24 Maret 2017 - 17:50:37 WIB
|
Foto dikutip dari detik.com
|
SULUHRIAU- Sejumlah orang demo di dekat lokasi pembangunan Gereja Santa Clara, Bekasi, Jawa Barat. Aksi ini diwarnai pelemparan barang dari massa.
Aksi dimulai sekitar pukul 13.30 WIB usai salat Jumat (24/3/2017) di Jalan Teluk Pucung, Bekasi Utara, Jawa Barat. Massa sempat meminta masuk ke lokasi pembangunan gereja namun dihadang pihak kepolisian.
Tidak terima dengan pengamanan yang dilakukan polisi, massa aksi kemudian melempari polisi dengan benda keras yang ada di jalanan. Massa memanfaatkan barang di sekitarnya untuk melempari kepolisian seperti batu, pot dan sejenisnya.
Mendapati massa yang tidak bisa dikendalikan, polisi yang berjaga di lokasi akhirnya menembakkan gas air mata ke kerumunan massa. Arus lalu lintas saat ini ditutup.
Sempat Ricuh
Belum diketahui apa penyebab kericuhan, begitu pula soal korban akibat peristiwa tersebut.
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Heru Henrianto Bachtiar sempat mengimbau kepada pendemo agar tidak anarkis. Namun himbauan itu tidak diindahkan massa, hingga berujung ricuh.
"Sudah kita lakukan himbauan agar tidak anarkis. Tapi faktanya seperti yang saudara lihat sendiri mereka tidak bisa mengendalikan massa," ujar Heru di lokasi Jl Teluk Pucung, Bekasi Utara, Jawa Barat, Jumat (24/3/2017).
Menurut Heru, beberapa aparat kepolisian yang berjaga mengalami luka-luka setelah pendemo melakukan aksi lempar benda keras.
"Saya lihat ada 1 anggota Pamen dan Sabhara terluka akibat timpukan dan satu lagi karena dikeroyok. Kita harapkan aksi ini bisa selesai setelah Ashar," jelas Heru.
Sebelumnya, massa menuntut agar menghentikan pembangunan Gereja Santa Clara. Mereka beralasan pembangunan gereja masih berstatus quo dan tidak BOLEH dilanjutkan.
Sumber: detik.com
Komentar Anda :