Rabu, 30 September 2026 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti | Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi | Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai | RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
 
 
☰ Kesehatan
Angka Bayi Lahir dengan Kelainan Bawaan Meningkat
Selasa, 21 Maret 2017 - 09:05:49 WIB
Ilustrasi

SULUHRIAU- Kementerian Kesehatan (kemenkes) melaporkan kematian balita di Indonesia menurun angkanya. Namun kematian akibat kelainan bawaan meningkat dan berkontribusi dalam kematian balita.

Kemenkes menjelaskan kematian bayi dan balita selain akibat kekurangan gizi juga kelainan bawaan."Saat ini kelainan bawaan di Indonesia merupakan salah satu peyebab utama kematian bayi dan balita," kata Direktur Kesehatan Keluarga Kemenkes Eni Gustina di Jakarta.

Ia memaparkan berdasarkan laporan Riskesdas 2007, kelainan bawaan berkontribusi sebesar 1,4 persen terhadap kematian bayi 0-6 hari dan sebesar 18,1 persen terhadap kematian bayi 7-28 hari. Kelainan bawaan juga ikut berkontribusi sebesar 5,7 persen bagi kematian bayi dan 4,9 persen.

Jumlah kematian balita akibat kelainan bawaan secara total mencapai 22 persen. "Jumlah itu tetap, baik pada 2007 atau 2012," katanya.

Bahkan, kata dia, berdasarkan hasil penelitian Litbangkes peningkatan kematian akibat kelainan bawaan di beberapa daerah seperti Brebes, Jawa Tengah dan Bondowoso, Jawa Timur, terlihat peningkatan kematian akibat kelainan bawaan. Pada tahun 2013 di dua kota tersebut sampai mencapai 12 persen kematian bayi dan balita.

Sementara hasil pelaporan data kelainan bawaan dari 19 Rumah sakit (RS) mulai September 2014 sampai dengan Desember 2016 menunjukkan dari 494 kasus yang memenuhi kriteria, kelainan bawaan terbanyak adalah Talipes 102 kasus (20,6 persen), celah bibir atau langit-langit atau Neural Tube Defects masing-masing 99 kasus (20 perse), omphalochele 58 kasus (11,7 persen), atresia aini atau tidak memiliki anus 50 kasus (10,1 persen).

Mengenai penyebab, ia menyebutkan kalau 50 persen kelainan bawaan tidak diketahui penyebabnya.
"Namun, ada sejumlah penyebab dan faktor risiko yaitu faktor sosio ekonomi, faktor genetik seperti perkawinan antar saudara, infeksi seperti sifilis dan rubella," ujarnya.

Selain itu, status gizi ibu yang defesiansi iodium dan asam folat,obesitas, atau diabetes melitus, hingga vitamin A dosis tinggi pada kehamilan muda. Adapun faktor lingkungan juga berpengaruh seperti paparan ibu hamil terhadap pestisida, obat, alkohol, tembakau, dan bahan psikoaktif lainya hingga zat kimia tertentu.

Sumber: Republika.co.id




 
Berita Lainnya :
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  • Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
  • Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
  • Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    02 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    03 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    04 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    05 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    06 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    07 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    08 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    09 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    10 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    11 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    12 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    13 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    14 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    15 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    16 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    17 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    18 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    19 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
    20 Evaluasi Kebijakan Indikasi Geografis, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Diskusi Strategis Nasional
    21 Catat Jadwalnya, Pasar Murah Pemprov Riau Digelar di 6 Kelurahan Pekanbaru
    22 Isu West Papua Diungkit di Sidang PBB ke- 81, Ketua BKSAP DPR RI Kecam PM Solomon
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat