Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Kesehatan
Angka Bayi Lahir dengan Kelainan Bawaan Meningkat
Selasa, 21 Maret 2017 - 09:05:49 WIB
Ilustrasi

SULUHRIAU- Kementerian Kesehatan (kemenkes) melaporkan kematian balita di Indonesia menurun angkanya. Namun kematian akibat kelainan bawaan meningkat dan berkontribusi dalam kematian balita.

Kemenkes menjelaskan kematian bayi dan balita selain akibat kekurangan gizi juga kelainan bawaan."Saat ini kelainan bawaan di Indonesia merupakan salah satu peyebab utama kematian bayi dan balita," kata Direktur Kesehatan Keluarga Kemenkes Eni Gustina di Jakarta.

Ia memaparkan berdasarkan laporan Riskesdas 2007, kelainan bawaan berkontribusi sebesar 1,4 persen terhadap kematian bayi 0-6 hari dan sebesar 18,1 persen terhadap kematian bayi 7-28 hari. Kelainan bawaan juga ikut berkontribusi sebesar 5,7 persen bagi kematian bayi dan 4,9 persen.

Jumlah kematian balita akibat kelainan bawaan secara total mencapai 22 persen. "Jumlah itu tetap, baik pada 2007 atau 2012," katanya.

Bahkan, kata dia, berdasarkan hasil penelitian Litbangkes peningkatan kematian akibat kelainan bawaan di beberapa daerah seperti Brebes, Jawa Tengah dan Bondowoso, Jawa Timur, terlihat peningkatan kematian akibat kelainan bawaan. Pada tahun 2013 di dua kota tersebut sampai mencapai 12 persen kematian bayi dan balita.

Sementara hasil pelaporan data kelainan bawaan dari 19 Rumah sakit (RS) mulai September 2014 sampai dengan Desember 2016 menunjukkan dari 494 kasus yang memenuhi kriteria, kelainan bawaan terbanyak adalah Talipes 102 kasus (20,6 persen), celah bibir atau langit-langit atau Neural Tube Defects masing-masing 99 kasus (20 perse), omphalochele 58 kasus (11,7 persen), atresia aini atau tidak memiliki anus 50 kasus (10,1 persen).

Mengenai penyebab, ia menyebutkan kalau 50 persen kelainan bawaan tidak diketahui penyebabnya.
"Namun, ada sejumlah penyebab dan faktor risiko yaitu faktor sosio ekonomi, faktor genetik seperti perkawinan antar saudara, infeksi seperti sifilis dan rubella," ujarnya.

Selain itu, status gizi ibu yang defesiansi iodium dan asam folat,obesitas, atau diabetes melitus, hingga vitamin A dosis tinggi pada kehamilan muda. Adapun faktor lingkungan juga berpengaruh seperti paparan ibu hamil terhadap pestisida, obat, alkohol, tembakau, dan bahan psikoaktif lainya hingga zat kimia tertentu.

Sumber: Republika.co.id




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat