Manakjubkan, Bekudo Bono Undang Decak Kagum
Rabu, 15 Maret 2017 - 12:17:28 WIB
SULUHRIAU, Pelalawan- Festival Bekudo Bono 2017 mengundang decak kagum orang yang melihatnya. Kegiatan yang diinisiasi Pemkab Pelalawan ini dihadiri Gubri Arsyadjuliandi Rachman.
Festival Bekudo Bono (mengenderai ombak bono) merupakan agenda tahunan sebagai ajang promosikan kawasan wisata Gelombang Bono atau (Seven Ghosts) di Sungai Kampar kepada publik baik domestik maupun manca negara.
Acara berlangsung Selasa kemarin, selain dihadiri Gubri Arsyadjuliandi Rachman, juga Kapolda Riau, Dandrem 031 Wirabima dan rombongan.
Dapat dilihat keunikan, pesona dan kedahsyatan gelombang bono di Sungai Kampar itu, yang hanya satu-satunya di Indonesia ombak yang terjadi di sungai, menjadi daya tarik para peselancar dari dalam dan manca negara.
Tak lepas dari keahlian para peselancar lokal yang menggunakan sampan untuk berselancar. Masyarakat setempat menyebutnya Bekudo Bono.
Bekudo Bono adalah berselancar atau kegiatan mengarungi gelombang bono dengan menggunakan perahu (sampan) kayu. Di daerah Riau, sebagian menyebutnya perahu "kolek".
Kegiatan Bekudo Bono telah ada sejak dari zaman dahulu dan masih dilestarikan hingga saat ini.
Kali ini, kegiatan Bekudo Bono dijadikan salah satu ajang kompetisi khusus bagi masyarakat lokal. Peserta kompetisi adalah berkelompok yang terdiri dari 2 orang dengan jalur sepanjang Sungai Kampar yang akan dimulai dari Tanjung Sesenduk dan berakhir di Teluk Meranti.
Peserta yang terbaik adalah peserta yang tercepat sampai dengan mengendarai perahu/sampan kayu di depan ombak bono dan dapat meraih bendera yang ditentukan oleh Juri.
Kini, kearifan lokal yang terpelihara ini sudah semakin mendunia, seiring dengan promosi dan dukungan sarana dan prasarana memadai dari Pemerintah dan pelaku pariwisata tanah air.
Gubenur Riau, Arsyadjuliandi Rachman berkomitmen untuk terus mempromsikan wisata yang ada di Riau, dengan program yang telah ada, seperti "Riau menyapa Dunia" yang berorientasi juga pada sektro kepariwisataan. "Ini patut dilestarikan," katanya. (ton)
Komentar Anda :