Sabtu, 03 Oktober 2026 Bupati Ahmad Yuzar Tinjau Rumah Batik, Dorong Perlindungan Motif Khas Kampar | Bejat, Mantan Kepsek di Tambang Cabuli Lebih 20 Murid SD | Kapolres Kampar Pimpin Sertijab Kapolsek Kampar Kiri, Kompol Nurman Gantikan Kompol Rusyandi | Kemenkum Riau Sosialisasikan dan Dampingi Pendaftaran Hak Cipta Pelaku Kreatif di Kampar | PWI Go Digital, 40 Website Daerah Terhubung ke http://PWI.or.id | Lepas Kontingen PORSADIN Tingkat Provinsi, Kakan Kemenag Pelalawan Ingatkan Pentingnya Mental Juara
 
 
☰ Gaya Hidup
Apa itu Bisht dan Thawb yang Dipakai Raja Salman, Ini Penjelasannya
Rabu, 01 Maret 2017 - 19:00:49 WIB

SULUHRIAU, Jakarta - Pakaian selalu menunjukkan identitas dan status sosial seseorang. Di Saudi dan negara-negara di semenanjung Arab lainnya, pakaian pun memiliki makna tersendiri.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud selalu tampil mengenakan pakaian putih yang dibalut oleh kain agak transparan berwarna cokelat keemasan. Tak hanya Raja Salman, jajarannya pun mengenakan pakaian serupa namun kain pelapisnya berwarna hitam.

Penampilan Raja Salman ketika berkunjung ke Indonesia hari ini, Rabu (1/3/2017) juga mengenakan pakaian seperti itu. Tangan kirinya ditumpangkan pada celah yang terdapat di bagian depan kain pelapis yang agak transparan itu.

Apa sebetulnya pakaian yang dikenakan Raja Salman itu?

Seorang pria di Arab Saudi biasanya terlihat mengenakan baju panjang berwarna putih. Pakaian ini disebut thawb (atau kadang disebut thobe), pakaian tradisional bagi laki-laki di Saudi dan negara-negara Arab lainnya.

Pakaian ini dipakai oleh semua kalangan mulai dari rakyat jelata hingga seorang raja. Thawb berasal dari bahasa Arab yang berarti penutup badan.

Penyebutan thawb di beberapa negara pun berbeda-beda, seperti 'kandura' di Uni Emirat Arab atau 'jubbah' di Iran. Tetapi maknanya tetap sama.

Thawb bisa berarti hanya sebuah pakaian biasa tanpa dihiasi oleh bisht, kain pelapis yang agak transparan. Tak semua orang mengenakan bisht dalam setiap kesempatan.

Bisht merupakan kain panjang yang menutupi thawb. Biasanya bisht menandakan status seseorang.

Mulanya bisht dikenakan di musim dingin saja oleh orang-orang Badui. Kini hampir tiap acara formal pasti ada bisht yang membalut thawb.

"Bisht pertama kali dijahit di Persia. Bisht diperkenalkan di Saudi saat pedagang bisht datang untuk berhaji atau umrah," ungkap seorang penjahit Bisht asal Al-Ahsa bernama Abu Salem saat diwawancara Arab News pada 7 November 2012.

Al-Ahsa disebut sebagai tempat penjahit bisht yang terbaik selama 2 abad di Saudi. Bahkan Al-Ahsa menjadi tempat penjahit bisht terbesar di negara-negara Teluk sejak tahun 1940.

Keahlian menjahit bisht di Al-Ahsa diturunkan dari generasi ke generasi. Biasanya mereka memakai nama keluarga mereka.

Pada sebuah bisht terdapat sulaman atau bordir yang disebut zari. "Bisht hitam dengan jahitan emas adalah yang paling populer, setelahnya ada krem dan putih," kata Salem.

Harga bisht bervariasi antara 100 reals hingga 20.000 reals. Harga termahal adalah bisht kerajaan yang biasanya diperuntukkan bagi pangeran, politikus, dan orang kaya.

sumber: detik.com




 
Berita Lainnya :
  • Bupati Ahmad Yuzar Tinjau Rumah Batik, Dorong Perlindungan Motif Khas Kampar
  • Bejat, Mantan Kepsek di Tambang Cabuli Lebih 20 Murid SD
  • Kapolres Kampar Pimpin Sertijab Kapolsek Kampar Kiri, Kompol Nurman Gantikan Kompol Rusyandi
  • Kemenkum Riau Sosialisasikan dan Dampingi Pendaftaran Hak Cipta Pelaku Kreatif di Kampar
  • PWI Go Digital, 40 Website Daerah Terhubung ke http://PWI.or.id
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bupati Ahmad Yuzar Tinjau Rumah Batik, Dorong Perlindungan Motif Khas Kampar
    02 Bejat, Mantan Kepsek di Tambang Cabuli Lebih 20 Murid SD
    03 Kapolres Kampar Pimpin Sertijab Kapolsek Kampar Kiri, Kompol Nurman Gantikan Kompol Rusyandi
    04 Kemenkum Riau Sosialisasikan dan Dampingi Pendaftaran Hak Cipta Pelaku Kreatif di Kampar
    05 PWI Go Digital, 40 Website Daerah Terhubung ke http://PWI.or.id
    06 Lepas Kontingen PORSADIN Tingkat Provinsi, Kakan Kemenag Pelalawan Ingatkan Pentingnya Mental Juara
    07 Wantimpres Resmi Dilantik, 26 Tokoh Termasuk Rocky Gerung dan Quraish Shihab
    08 Siap Hadapi Penilaian IRH 2027, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pendampingan Pemda
    09 Harmonisasi 4 Ranperbup Siak, Kemenkum Riau Perkuat Kepastian Regulasi Pajak dan Retribusi Daerah
    10 'PASTI ADA SOLUSI'' Episode 19, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pengaduan Pelayanan Publik
    11 Residivis Narkoba di Perhentian Raja Ditangkap, 11 Paket Sabu Disita
    12 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    13 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    14 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    15 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    16 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    17 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    18 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    19 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    20 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    21 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    22 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat