Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Ekbis
Meyambut Kedatangan Raja Salman
Raja Salman Kaya, Tapi Bagaimana Ekonomi Arab Saudi Saat Ini?
Senin, 27 Februari 2017 - 08:31:43 WIB

SULUHRIAU- Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz, melakukan kunjungan ke Indonesia sekaligus liburan di Bali pada akhir bulan ini.

Kedatangan Raja Salman cukup menyita perhatian publik di Indonesia, khususnya karena berbagai barang pribadi yang dibawanya, termasuk eskalator khusus untuk turun dari pesawat.

Menurut Forbes, Raja Salman memiliki harta yang cukup besar, yaitu US$ 17 miliar atau sekitar Rp 226 triliun (kurs Rp 13.300/dolar AS).

Harta ini kebanyakan dihasilkan dari perusahaan minyak juga beberapa perusahaan finansial milik keluarga kerajaan. Selain itu, Raja Salman, juga tetap mendapatkan harta yang cukup banyak ketika dia diangkat sebagai raja menggantikan mendiang kakak tirinya, Abdullah.

Harta Abdullah sebesar US$ 18 miliar kebanyakan diwariskan ke Raja Salman. Namun bagaimana kondisi ekonomi Arab Saudi saat ini?

Pasca anjloknya harga minyak dunia, dari tingkat tertinggi di pertengahan 2014 yaitu di atas US$ 100/barel, menjadi saat ini di kisaran US$ 50/barel, ekonomi Arab Saudi cukup terhantam.

Dilansir detikFinance, pemerintah Arab Saudi terimbas penurunan harga minyak dunia. Karena 70% pendapatan negara tersebut berasal dari penjualan minyak.

Ada beberapa cara yang dilakukan oleh Arab Saudi, salah satunya adalah menjual sebagian saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) miliknya demi mendapatkan dana segar. Arab Saudi memang berencana untuk menjual saham perusahaan minyak besarnya, yaitu Saudi Aramco.

Program reformasi akan dijalankan untuk jangka panjang, targetnya sampai 2030.

Beberapa poin penting dalam program reformasi tersebut antara lain:

Menjual sekitar 5% saham Saudi Aramco, BUMN minyak Arab Saudi yang nilai perusahaannya ditaksir US$ 2,5 triliun atau sekitar Rp 32.500 triliun.
Uang hasil penjualan saham Aramco sebagian digunakan untuk dana investasi ke luar negeri sebanyak US$ 2 triliun.
Sistem visa baru yang memungkinkan orang asing muslim bekerja jangka panjang di Arab Saudi
Diversifikasi ekonomi, mulai dari investasi di tambang mineral dan memproduksi peralatan militer
Mengizinkan wanita untuk bekerja
Negara ini tahun lalu juga melakukan perombakan kabinet besar-besaran. Tujuannya untuk bisa mencapai target perubahan ekonomi, yang tidak mau lagi bergantung pada minyak.

Kondisi harga minyak yang jatuh, membuat anggaran pemerintah Arab Saudi menipis. Penghematan dilakukan di mana-mana dan dampaknya cukup besar.

Awal Mei tahun lalu, perusahaan konstruksi, Saudi Binladin Group, harus menghadapi kenyataan ini, dengan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 50.000 pegawainya. (dtf)



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat