ASN di Riau Wajib Pakai Busana Melayu Setiap Hari Jumat
Minggu, 19 Februari 2017 - 20:16:02 WIB
SULUHRIAU, Pekanbaru- Upaya mempertahankan budaya Melayu, Gubernur Riau kembali 'menghangatkan' kebijakan mewajibkan ASN Pemrov Riau untuk memakai busana Melayu setiap Jumat.
Kebijakan ini sebenarnya bukan hal baru, namun belakangan ini mulai pudar. "Mari kita tunjukkan identitas kita sebagai orang Melayu, salah satunya dengan pakaian Melayu lengkap setiap Jumat. Dan ini sejalan dengan upaya kita mewujudkan Visi Riau 2020. Kalau bukan kita siapa lagi," kata Gubri, Minggu (19/2/2017) dalam sambutannya hadir di Tabligh Akbar Syaikh Prof DR Abdurrozak di Masjid Abu Darda Pekanbaru.
Dikatakan, kewajiban berpakaian Melayu satu hari dalam satu minggu juga diterapkan di seluruh kabupaten/kota se-Riau. Gubri sekaligus mengapresiasi sekolah-sekolah yang sudah mewajibkan siswa-siswinya untuk memakai pakaian Melayu.
"Harus kita menanamkan sejak dini kepada anak-anak kita tentang nilai-nilai kemelayuan, termasuk bagaimana berpakaian Melayu karena kita tinggal di Negeri Melayu," ulasnya lagi.
Selain berpakaian Melayu, Gubri juga menghimbau agar para pejabat membiasakan diri berpantun saat menyampaikan pidato. Sebab, berpantun salah satu seni dalam budaya Melayu. Melalui pantun, biasanya ada pesan-pesan khusus yang disampaikan, tapi tidak menyinggung perasaan orang lain.
Ia berharap, kepada Dinas Kebudayaan Pemprov Riau agar segera melakukan upaya-upaya dimana ketika orang datang ke Riau, mereka langsung merasakan bahwa mereka sedang berada di tanah Melayu.
"Nuansa-nuansa kemelayuan perlu diciptakan sehingga hadir dan terasa di Riau ini ketika siapa saja menginjakkan kakinya di Riau. Ini akan tercipta kalau ad kreativitas," katanya. (mdi)
Komentar Anda :