Gubri: Saatnya Sektor Pariwisata di Riau Jadi Andalan Pertumbuhan Ekonomi
Jumat, 17 Februari 2017 - 09:33:17 WIB
SULUHRIAU, Selatpanjang-Gubri Arsyadjuliandi Rachman menegaskan saatnya kita jadikan sektor wisata mendukung pertumbuhan ekonomi.
Jika selama ini, bergantung pada sektor migas, dan sibuk hanya memikirkan sektor migas, maka ini tidak bisa lagi terpaku dan harus mencari alternati lain.
Hal itu dikatakan Gubri Arsyadjuliandi Rachman saat membuka rapat koordinasi teknis (Rakornis) Industri Se-Provinsi Riau Tahun 2017, di Hotel Grand Meranti, Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (16/2/2017).
Ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi Riau terus merangkak dan tidak naik. Maka harus dibuka sektor lain yang mendukung postur APBD. Sektor migas dan perkebunan penting tapi jangan ini saja terlena. "Saatnya kita beralih ke sektor pariwisata, kedepannya kita menargetkan kunjungan wisatawan ke Riau sebanyak 20 ribu wisatawan dengan visa sebesar 20 ribu US dollar," ungkap Andi sapaan Gubri.
Ia meminta kepada dinas terkait untuk mengeroyok dunia pariwisata untuk mendukung misi Propinsi Riau dalam meningkatkan porsi APBD.
"Saya minta kepada dinas di kabupaten/kota untuk mengeroyok pariwisata sebagai salah satu sektor pendukung dalam meningkatkan porsi APBD. Saya telah mencanangkan pariwisata berbasis budaya, untuk mendukung itu kita telah menggelontorkan Rp846 miliar," katanya.
Harus diketahui, turunan pariwisata itu banyak dan ini sangat potensial untuk dikembangkan. Di Meranti sendiri sangat banyak potensi wisata yang mendunia seperti Festival Cian Cui dan Pesta Sungai Bokor dan itu perlu kita kembangkan," tambahnya.
Rakornis ini bekerjasama dengan Disperindag Meranti. Hadir perwakilan bidang perindustrian 12 Kabupaten/ kota se propinsi Riau, Asisten II Setdaprov Riau, Masperi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Riau, Kepala BPBD Riau, Edward Sanger, Kepala BMKG Riau, Sugarin, dan Kepala BKSDA Riau.
Kadisperindag Riau Muhammad Firdaus mengatakan, Rakornis ini dilakukan bergiliran disetiap kabupaten/ kota dalam rangka mengenal potensi daerah dan menyamakan persepsi dan mengsingkronkan program kegiatan pembangunan industri dan perdagangan untuk tahun 2017.
"Mengingat sektor industri dan perdagangan merupakan salah satu sektor pendukung percepatan pembangunan daerah, khususnya pembangunan ekonomi, maka secara bersama-sama perlu menyusun program-program prioritas pembangunan tahun 2017 yang bersinergi antara provinsi dengan kabupaten/kota melalui rapat koordinasi teknis yang diselenggarakan hari ini," kata Firdaus.
Sementara itu, Wakil bupati Kepulauan Meranti, Drs H Said Hasyim mengatakan Rakornis yang dilaksanakan sangat penting, mengingat potensi di Meranti sangat banyak dan perlu dikembangkan.
"Di Meranti sendiri sangat banyak potensi industri yang banyak dan belum terkembangkan dengan baik, maka dari itu dengan Rakornis yang dilakukan diharapalkan bisa mengangkat potensi itu. Salah satu industri yang saat ini menjanjikan adalah sagu. Dimana sagu bisa dikembangkan menjadi bermacam produk yang menopang kehidupan dan membantu perekonomian masyarakat
Ia mengatakan bahwa untuk saat ini potensi sagu yang sangat banyak juga belum bisa mengangkat ke tingkat yang lebih baik, dikarenakan potensi sagu yang ada belum terkelola dengan baik.
"Saat ini bisa dikatakan kita menjadi buruh di tanah sendiri, mengapa demikian, karena potensi sagu yang sangat banyak belum bisa dikembangkan dengan baik, kita hanya bisa menjadi produksi, sementara sagu yang dikirim ke Pulau Jawa di olah bermacam produk disana," kata Said. (raf)
Komentar Anda :