Riau Dukung Indonesia-Malaysia Green Economic Zone Kelapa Sawit Sesuai MEA
Selasa, 14 Februari 2017 - 19:25:09 WIB
SULUHRIAU, Pekanbaru- Pemrov Riau mendukung kerjasama Indonesia dan Malaysia dalam hal Green Economic Zone komiditi kelapa sawit.
Selain sesuai dengan konsep masyarakat ekonomi asean (MEA), juga akan meningkatkan penerimaan daerah, juga akan meningkatkan penerimaan daerah seiring dengan ditetapkannya Kota Dumai Sebagai Green Economic Zone yang merupakan inisiatif pengusaha dalam rangka mempromosikan nilai tambah dari produksi sawit dan turunnya karena gerakan tersebut mendorong upaya peningkatan nilai tambah industri sawit dalam negeri.
Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rahman mengatakan, pemerintah indonesia dan malaysia sudah menginisiasi pembentuk dewan negara produsen kelapa sawit (council of palm oil producing countries (CPOPC) untuk memajukan industri sawit kedua negara.
luas lahan perkebunan kelapa sawit di Riau milik petani swadaya dan plasma mencapai 1.357.819 hektare dengan 524.561 kepala keluarga jika ditambah dengan sawit milik perusahaan, maka luas perkebunan kelapa sawit di Riau mencapai 2.424.544 hektare dengan produksi crude palm oil (CPO) sebanyak 7.841.947 ton berkepntingan dengan peningkatan industri sawit.
Sebab akan memberikan keuntungan pada pemerintah daerah dan meningkatkan kesejahteraan petani kepala sawit sehubungan dengan dirumuskan manajemen stok minyak kelapa sawit antara Indoensia dengan Malaysia.
Gubri menambahkan, pembangunan zona ekonomi hijau di kota Dumai penting untuk meningkatkan nilai tambah produk kelapa sawit, selain itu kawasan tersebut dapat meningkatkan daya saing industri minyak sawit di pasar global.
Investasi juga meningkat dengan dibangunnya kawasan hilirisasi kepala sawit seperti jet Fuel, biochemical dan bioplastik. (slt)
Komentar Anda :