Kamis, 01 Oktober 2026 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel | Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda | Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi | Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif | Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru | Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
 
 
☰ Peristiwa
Peran Dokter Hewan Dinilai Belum Optimal
Minggu, 12 Februari 2017 - 13:55:34 WIB
Ilustrasi

SULUHRIAU- Kegagalan target kebuntingan sapi dan kerbau di Indonesia disebabkan oleh kurangnya perhatian gangguan reproduksi infeksius dan non infeksius.

Di sisi lain peran dokter hewan sebagai profesi yang mempunyai keahlian dan kewenangan di bidang tersebut belum optimal berjalan.

Ketua Asosiasi Medik Reproduksi Verteriner Indonesia Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (AMERVI PDHI) Agung Budiyanto mengatakan, sejumlah kalangan menilai kebuntingan merupakan sesuatu yang sederhana. Bahkan ada kalangan yang berpikir IB sekali jadi pasti hamil.

"Fakta membuktikan, keberhasilan kebuntingan di negeri ini belum optimal. Hal ini disebabkan peran dokter hewan sebagai profesi yang mempunyai keahlian dan kewenangan juga belum optimal. Serta kurang pengalaman dokter hewan dan beberapa program tidak melibatkan dokter hewan reproduksi," katanya.

Padahal kebuntingan merupakan hasil dari manajemen reproduksi yang panjang dan komplek. Berbagai masalah reproduksi pun terus terjadi. Meliputi kegagalan masa puberas sapi dara yang tepat waktu, kegagalan estrus, kegagalan perkawinan, kegagalan kebuntingan, masalah kelahiran, etrus post partum yang panjang.

"Manajemen reproduksi sendiri meliputi manajemen perkawinan, kebuntingan, kelahiran, pedet, post partum dan manajemen kesehatan secara umum," tutur Agung. Dokter hewan memiliki peran yang sangat strategis untuk mengawal proses manajemen reproduksi agar tidak terjadi kegagalan.

Sementara itu, Direktur Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita berharap, unit pelayanan teknis (UPT) bibit bisa menghasilkan bibit sapi kualitas eksport. Pasalnya hingga saat ini sudah banyak dana yang digelontorkan untuk meningkatkan jumlah populasi ternak.

Diarmita mengatakan sekarang ada sekitar 5,9 sapi betina dan empat juta di antaranya sudah siap kawin. Karena itu, ia meminta agar dokter hewan bisa mengoptimalkan perannya dalam mengawal kebuntingan sapi betina. "Kalau 70 persen berhasil dan melahirkan, maka kita akan memperoleh tiga juta pedet," kata Diarmita.

Sumber: republika.co.id




 
Berita Lainnya :
  • Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
  • Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
  • Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
  • Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
  • Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    02 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    03 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    04 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    05 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    06 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    07 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    08 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    09 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    10 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    11 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    12 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    13 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    14 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    15 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    16 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    17 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    18 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    19 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    20 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    21 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    22 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat