Rabu, 30 September 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Sosial Budaya
Yusril: Penyebaran Simbol Palu Arit Disengaja dan Jangan Dibiarkan
Sabtu, 11 Februari 2017 - 12:51:14 WIB
Salah seorang warga mennggunakan kaos logo palu arit (int)

SULUHRIAU, Jakarta- Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra mengingatkan, umat Islam agar mewaspadai munculnya simbol palu arit di berbagai tempat.

Pemunculan simbol komunis itu, tampak seperti sengaja, sistematis, dan makin hari makin meluas. Karena itu, penyebarannya tidak BOLEH dibiakan.

"Saya menyerukan kepada warga, simpatisan dan pendukung Partai Bulan Bintang khususnya dan umat Islam umumnya agar  berhati-hati dan waspada," kata Yusril dilasir, Republika.co.id Sabtu, (10/2/2017).

Simbol Palu Arit yang merupakan simbol Komunis dan Partai Komunis Indonesia (PKI), belum lama ini secara tiba-tiba muncul di Madura, dekat pondok pesantren yang besar dan berpengaruh, Pesantren Banyu Anyar dan Darut Tauhid. Di daerah-daerah lain, sebut Yusril, simbol Komunis itu sering pula dimunculkan dan menimbulkan keresahan di masyarakat.

Yusril mengatakan, munculnya simbol Komunis itu bisa benar-benar dilakukan oleh anak cucu dan simpatisan PKI zaman dulu. Namun tambahnya, bisa pula aksi pancingan agar ada keresahan dan kemudian reaksi  dari umat Islam.

"Dalam sejarah politik di negeri kita, warga Bulan Bintang atau keluarga Masyumi  adalah sasaran utama PKI untuk dihabisi," katanya.

Pembunuhan dan pembantaian terhadap keluarga Masyumi jeas Yusril, mulai terjadi sejak Peristiwa Madiun tahun 1948. Pembunuhan terus berlanjut secara sporadis sampai Masyumi dibubarkan tahun 1960, yang salah satu penyebabnya adalah sikap anti Komunis dan anti Nasakom yang dipaksakan untuk diterima di zaman itu.

Bangsa Indonesia sebut Yusril, sedang diuji dan diobok-obok dimulai dengan keresahan dan menumbuhkan rasa curiga satu sama lain. Kecurigaan ini nilainya, lama kelamaan bisa memancing bentrokan. "Inilah yang dinamakan konflik sosial yang mendorong terjadinya perang saudara. Kalau bangsa ini terpecah belah, dengan mudah negara ini jatuh pada kekuatan-kekuatan asing," katanya.

Sejalan dengan amanat Ketetapan MPRS tahun 1966 yang hingga kini masih berlaku, sebut Yusril, pemerintah seharusnya bersikap tegas menindak penyebar simbol-simbol Komunisme yang meresahkan masyarakat. Arahan seperti itu kata Yusril, seharusnya datang dari Presiden dan dilaksanakan secara konsisten oleh aparat penegak hukum di seluruh tanah air. "Jangan keadaan seperti ini dibiarkan berkembang dalam masyarakat kita," katanya.

Kepada segenap warga, pendukung dan simpatisan Bulan Bintang, Yusril menyerukan agar meningkatkan kewaspadaan. Selain itu, warga PBB dan keluarga besar Masyumi diimbau tetap sabar, dan berhati-hati, serta mewaspadai ancaman yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

Yusril menyebut, dengan memperkuat keimanan dan ketakwaan serta keyakinan kepada ajaran Islam, ummat Islam dapat menghindari provokasi yang bertujuan memecah-belah masyarakat. Begitu juga, dengan pemahaman yang sungguh terhadap makna Pancasila, bangsa Indonesia akan terhindar dari provokasi PKI.

"Pancasila dapat menyatukan seluruh komponen bangsa, sebaliknya Komunisme tidak mendapat tempat di negara yang berlandaskan kepada Pancasila," ujarnya.

Sumber: Republika.co.id




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat