Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Internasional
Duterte Kirim Polisi Korup ke Markas Abu Sayyaf
Rabu, 08 Februari 2017 - 16:08:09 WIB

SULUHRIAU, Manila- Presiden Filipina, Rodrigo Duterte mengirim polisi korup dan terlibat kejahatan berat lainnya  ke sejumlah tempat yang menjadi  basis kekuataan kelompok milisi Abu Sayyaf. Mereka di sana ditugaskan selama dua tahun untuk memberangus Abu Sayyaf.

Presiden Duterte mempersilakan mereka pulang setelah masa tugas berakhir. Namun, jika mereka tewas saat bertugas, maka jasadnya akan dikubur di tempat tugas.

Kebijakan terbaru Duterte ini sebagai hukuman terhadap polisi korup.

"Kamu semua egois, b*^*@ dan anak *@****. Saya akan kirim kamu ke Basilan selama dua tahun. Jika kamu masih hidup kamu bisa pulang ke sini tetapi jika tewas, kamu akan dikubur di sana dan polisi tidak akan mengeluarkan uang untuk membawa mayat kamu pulang, " kata Duterte di hadapan 400 polisi  di depan istana presiden, Selasa, 7 Februari 2017.

Sebanyak 400 polisi yang hadir di istana presiden, dilasir Tempo.co mengutip Inquirer, terlibat berbagai kejahatan. Mereka diberi waktu 15 hari untuk mempersiapkan diri berangkat ke basis-basis Abu Sayyaf di Basilan, Tawi-Tawi dan Sulu untuk berperang memberangus milisi itu.

Bagi polisi yang menolak diberangkatkan, Duterte mempersilakan mereka keluar dari kepolisian. Mereka diminta menjauhi kegiatan kriminal. "Carilah kehidupan yang bersih," ujarnya.

Satu batalyon ditugaskan untuk memantau pergerakan polisi-polisi yang mundur dari kepolisiam.

"Saya memerintahkan satu batalyon untuk memantau pergerakan kamu karena sudah menjadi pengalaman menyedihkan ketika penjahat paling kejam di negara ini adalah mantan polisi atau tentara," kata Duterte.

Amarah Duterte kepada polisi mencapai puncaknya ketika ia menerima laporan keterlibatan polisi menculik dan membunuh seorang pengusaha Korea Selatan untuk mendapatkan uang.

Jika di awal pemerintahan Duterte sepenuhnya percaya pada polisi, maka sekarang Duterte berencana menggandeng tentara Filipina untuk melanjutkan operasi pemberangusan perdagangan narkoba.

Sumber: Tempo.co{Inquirer|The National|Yon dema}|CNN Indonesia




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat