Usia 67 tahun, Ini kata Gubri Soal Kampar tak Lagi Jadi Barometer di Riau
Senin, 06 Februari 2017 - 19:43:54 WIB
SULUHRIAU, Bangkinang- Kabupaten Kampar Senin, (6/2/2017) berusia 67 tahun. Berbagai problem pembangunan masih melilit kabupaten yang cukup tua ini.
Dalam memperingati HUT ke 67, Gubri Asryadjuliandi Rachman hadir sekaligus berpidato dalam paripurna istimewa HUT Kampar di DPRD Kampar.
Ada statemen dikeluarkan Gubri dalam pidatonya soal eksistensi kabupaten Kampar. "Kampar ini dulu barometer. Baik pendidikan, politik, agama hampir semualah. Jadi
kalau dulu, kalau tak ada orang Kampar, seakan masih sepi. Tapi kalau dilihat dari barometer sekarang mulai menurun," ungkap Andi sapaan Gubri.
Ia mengatakan, untuk menjadikan Kampar kembali sebagai barometer, harus ada komitmen bersama dari seluruh pihak bersama-sama menjadikan Kampar sebagai barometernya di provinsi ini. Meraih masa-masa itu. "Bicara politik sekarang, kita real saja," papar Andi yang mengaku tak bermaksud mengkaitkan dengan Pilkada Kampar yang sebentar lagi mulai menentukan pilihannya.
Selain itu, dalam pidatonya gubri menyampaikan pentingnya Pemkab dan Legislatif Kampar pandai memanej keuangan dan program pemerintahan yang baik dan benar tanpa ada kekhawatiran proses hukum belakangan.
Proses pendampingan dan pengawasan yang dilakukan Bidang Pencegahan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) sangat berdampak positif terhadap prilaku korupsi.
"Hasil evaluasi KPK, untuk rencana aksi provinsi sudah 75 persen kita laksanakan. Ini tentunya juga aman untuk pemerintah dieksekutif mau pun dilegislatif," kata nya.
Melalui proses pendampingan ini pula, realisasi yang berhasil menyentuh angka diatas 85 persen. Ia menyebut baik jajaran mau pun legislati membahas anggaran.
Provinsi Riau, dangan adanya pendampingan itu, Pemrov Riau berhasil menghemat anggaran sebesar Rp13 persen atau Rp308 miliar lebih dari total APBD Riau 2016 lalu.
Sedangkan Kampar katanya, posisi Kampar yang dinilai masih perlu pembenahan. Baik dari aspek pengangguran terbuka, Indek Prestasi Manusia (IPM), PDRB serta pengangguran yang masing-masing diangka lima kecuali untuk IPM. Pada hal perhatian Pemprov Riau terhadap Kampar selama ini cukup besar dibanding daerah lainnya, yakni diatas Rp400 miliar lebih. Hadir dalam sidang paripurna ini Pj Bupati Kampar Syahrial Abdi, Ketua DPRD Kampar Ahmad Fikri beserta para wakil an anggota, serta berbagai undangan lainnya. (syf)
Komentar Anda :