Kampar Berusia 67 Tahun, Pj Bupati: Masih Ada Daerah Terisolir
Senin, 06 Februari 2017 - 18:16:49 WIB
SULUHRIAU, Pekanbaru- Kabupaten Kampar genap berusia 67 tahun, Senin (6/2/2017). Meski sudah terbilang tua, namun masih banyak kekurangan. Dan masih ada daerah yang terisolir.
Hal itu diakui Penjabat Bupati Kampar, Syahrial Abdi usai Makan "Bajambau" di Balai Adat, Kampar Senin siang.
"Masih ada yang buram. Sekarang perlu ada goresan-goresan yang tegas agar buram ditutupi," kata Abdi dengan dengan khiasan.
Ia mengungkapkan, salah satu persoalan yang belum teratasi adalah masih adanya daerah terisolir di Kampar.
Menurut Abdi, satu-satunya cara yang harus ditempuh adalah menata perencanaan pembangunan dengan baik.
Menurut dia, perencanaan harus dipastikan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat. Dengan mengutip pidato Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman pada Rapat Paripurna istimewa DPRD Kampar sempena HUT ke 67, Abdi mengatakan, Kampar dijadikan salah satu daerah pendampingan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut dia, pendampingan itu dalam upaya pencegahan korupsi.
"Kalau sudah ada pendampingan dari KPK, kita tidak perlu khawatir lagi. Perencanaan dapat kita buat sesuai hasil yang kita inginkan," ujar Abdi. Oleh karena itu, menurut dia, perlu sinergisitas antar lembaga.
Abdi juga berkomentar soal akses menuju objek wisata di Kampar. Salah satunya jalan ke Candi Muara Takus yang belum memadai. Menurut dia, Pemerintah Provinsi Riau telah menganggarkan perbaikan jalan. Ditambahkan dia, Candi ini juga akan dijadikan sebagai situs dunia.
Disinggung soal indeks pembangunan daerah, Abdi mengakui masih minim. Khususnya pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Meski berdasarkan penjelasan Gubri, kata dia, IPM agak baik dibandingkan dengan tahun lalu.
Abdi memaparkan, alat ukur IPM ditinjau dari angka partisipasi pendidikan aktif atau sekolah, angka harapan hidup dan indikator lainnya. Ia menyoroti penyebaran guru di Kampar.
Menurutnya, guru haru tersebar ke daerah-daerah, bukan seperti sekarang. "Guru harus tersebar secara merata. Jangan hanya numpuk di kota aja," pungkas Abdi. (syf)
Komentar Anda :