Senin, 17 Agustus 2026 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap | Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
 
 
☰ Peristiwa
Penelitian Abrasi di Lahan Gambut,
Profesor Asal Yamaguchi University Tawarkan Kerjasama dengan Pemkab Bengkalis
Rabu, 21 Desember 2016 - 21:04:23 WIB

BENGKALIS, Suluhriau- Associate Profesor Koichi Yamamoto asal Yamaguchi University, Jepang, Rabu (21/12/2016) menawarkan kerja sama penelitian masalah abrasi di lahan gambut di Pulau Bengkalis.

Sebelumnya, profesor asal Matahari Terbit ini, melakukan penelitian masalah gambut sejak tahun 2013 dan berakhir pada 2016.
           
Penelitian tentang masalah abrasi di lahan gambut di Pulau Bengkalis ini mendapat perhatian Yamaguchi University, bahkan Pemerintah Jepang menyedikan dana sebesar 9,6 juta Yen atau sekitar Rp 9,6 miliar. Sumber dana dari Pemerintah Jepang dapat direalisasikan, dengan syarat penelitian tersebut mendapat dukungan dan respon positif dari pemerintah dan perguruan tinggi setempat.
           
Pernyataan tentang penawaran kerja sama penelitian itu disampaikan Profesor Koichi Yamamoto dalam pemaparannya di hadapan Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Arianto, Kepala Balitbang Bengkalis Sopian Hadi dan sejumlah penjabat dari Badan Lingkungan Hidup Bengkalis. 
           
"Untuk mengajukan proposal ke Pemerintah Jepang, dibutuhkan dukungan dari pemerintah dan perguruan tinggi setempat,” demikian dikatakan Prof Koichi Yamamoto yang diterjemahkan oleh Dr. Sigit Sutikno dari dosen dan peneliti dari Universitas Riau.
           
Terkait penawaran tersebut, Plt Sekda Bengkalis, Arianto menyambut baik keinginan Prof Koichi Yamamoto untuk melakukan penelitian lanjutan tentang abrasi di kawasan gambut. Terlebih lagi, pemerintah Jepang menyediakan dana sebesar Rp 9,6 miliar. "Kalau syaratnya butuh dukungan dari pemerintah daerah, tentu kita sangat mendukung sekali," ungkapnya.

Arianto berharap kepada Prof Koichi Yamamoto, agar program dan dana yang kucurkan ke Bengkalis tidak hanya bersifat pada program penelitian, tapi diimbangi aksi nyata, seperti program bantuan untuk pembangunan water break alias pemecah gelombang. Mengingat, penanganan dan penanggulangan masalah abrasi, selain dalam bentuk penelitian, namun yang sangat dibutuhkan pembangunan pemecah ombak.  
           
Berdasarkan referensi dan penelitian selama ini, tingkat abrasi di Pulau Bengkalis sangat parah, rata-rata mencapai 30-40 meter per tahun. Khusus di lahan gambut, Prof Yamamoto, tingkat abrasi luar biasa parah, puncaknya terjadi pada musim hujan ditandai dengan longsor kemudian jatuh ke laut.

Untuk menanggulangi persoalan ini, tentu butuh penanganan serius dari pemerintah maupun masyarakat dan stakeholder tarkait. "Sebelum dilakukan penanganan, harus dilakukan riset atau penelitian lebih matang, sehingga penanggulangan abrasi lebih maksimal," tandasnya.
           
Meskipun, Pulau Bengkalis menghadapi abrasi terparah terutama di kawasan yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka, namun di sisi lain muncul daratan baru akibat sendimentasi.  (las)



 
Berita Lainnya :
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  • Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    02 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    03 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    04 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    05 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    06 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    07 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    08 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    09 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    10 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    11 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    12 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    13 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    14 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    15 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    16 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    17 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    18 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    19 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    20 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    21 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    22 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat