Akun FB Ketua KPU Bengkalis Dihack
Kamis, 15 Desember 2016 - 10:43:47 WIB
BENGKALIS, Suluhriau- Banyak jalan menuju Roma. Ungkapan lama itu masih berlaku sampai saat ini. Bahkan sebagai modus pihak-pihak tertentu untuk penipuan.
Kerap kita dengar dan dibaca di media ada telepon dari ujung sana, menelpon seseorang dan mengabari bahwa anak atau keluarga pihak yang diteleponnya kecelakaan atau terlibat kasus narkoba.
Dan, kemudian minta dikirimi sejumlah uang ke rekening tertentu dengan dalih buat perawatan atau penyelesaian kasus tersebut.
Namun, modus ini terus berkembang, tidak hanya dengan telephone, tapi dengan akun media sosial (medsos) seseorang.
Akun dibajak untuk kepentingan penipuan. Hal ini dialami Ketua Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bengkalis, Defitri Akbar. Akun Facebooknya dibajak atau dihacker. Lalu si pembajak mengirim pesan ke kepada Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Johansyah Syafri, seperti terjadi Rabu (14/12/2016).
"Maaf ya, Bang. Ada simpan saldo di dalam ATM? Kalau ada bisa kami pinjam sedikit dulu saldonya, Bang! Soalnyo buat Transfer ke rekening family, Bang. Malam nanti jam 7 sudah Kami kembalikan, Bang. Karena ATM kami sedang Limit, Bang!" begitu pesan yang diterima Johan dari pembajak akun Defitri Akbar, sekitar pukul 09.45 WIB.
Saat mengirim pesan akun tersebut, pembajak tengah berada di Jakarta. Tidak di Bengkalis, makanya dia mau pinjam uang ke Johan.
Mengetahui itu upaya penipuan, Johan menghubungi Defitri Akbar yang asli melalui telepon genggamnya.
"Saya ada di Bengkalis, Bang. Di kantor. Akun Facebook saya kena hacker," ujar Defitri Akbar asli sebagaimana dikutip Johan.
Melalui kejadian itu, Johan ingin mengingatkan seluruh masyarakat di daerah ini untuk waspada. Apalagi dalam beberapa waktu belakangan ini upaya untuk melakukan penipuan dengan cara demikian banyak terjadi.
Sebab, katanya, selain akun Facebook Dedek, begitu Defitri Akbar akrab disapa, sejumlah akun 'orang penting' di daerah ini juga banyak yang dibajak untuk tujuan serupa.
Misalnya, imbuh Johan, akun anggota DPRD Bengkalis dari Partai Keadilan Sejahtera, H Azmi Rozali, dan akun istri Bupati Bengkalis, Kasmarni Amril.
Salah satu ciri penipuan yang dilakukan dengan cara seperti ini, kata Johan, yang dikirimkannya nomor rekening bank milik orang lain. Bukan atas nama pemilik akun. Kemudian, kalau diminta nomor telepon selulernya, dia tak mau memberikannya.
"Agar tak tertipu, lebih-lebih jika kenal betol dengan pemilik akun yang dihacker tersebut, upayakan agar segera menghubunginya. Kalau tak mau tertipu dan menyesal, apapun alasannya, jangan sekali-sekali percaya apalagi sampai langsung menstranfer sejumlah uang kalau menerima pesan seperti yang kami terima," pungkas Johan. (las)
Komentar Anda :