Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Nasional
Aksi Damai 212 Dikuti Jutaan Orang,
Peserta Aksi Bela Islam: Ini Bukan Soal Mayoritas Versus Minoritas
Jumat, 02 Desember 2016 - 18:40:28 WIB

JAKARTA, Suluhriau- Aksi Super Damai 212 di pusatkan di Silang Monas, Jakarta berakhir. Ada jutaan orang dan dari dari latarbelakang ormas Islam mengikuti aksi ini.

Mereka selain doa dan berzikir bersama, juga disertai salat Jumat berjamaah yang juga diikuti Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Jususuf Kalla serta petinggi negara, seperti Menhan, Panglima TNI, Kapolri dan Meteri Agama.

Polri mengpresiasi demo ini dengan damai, presiden Jokowi pun ikut memberi salam dan menyapa yang hadir di aksi damai itu.

Persoalan yang diperjuangkan dan disuarakan dari aksi damai adalah dugaan penistaan agama Islam oleh Basuki Tjahaya Purnama (Ahok).

Peserta aksi menilai, aksi damai 212 bukan masalah mayoritas versus minoritas. Ini juga, kata mereka, bukan persoalan toleransi versus antitoleransi atau Bineka melawan antibineka.

"Semua ini murni karena ada orang yang menistakan agama Islam," kata Ramadhan Asad, peserta aksi damai 212 dari Semarang, Jawa Tengah, saat mengikuti aksi di depan Sarinah, Jakarta, Jumat (2/12/2016).

Di banyak negara termasuk di negara-negara maju, kata Asad, kasus-kasus penistaan agama pun terjadi dan dibawa ke pengadilan. Proses hukum kasus ini, sambung pegawai bank swasta ini, tetap berjalan tanpa melihat latar belakang pelaku penistaan.

Menurut dia, Ahok atau siapapun yang menistakan agama harus menjalani proses hukum. Umat beragama, termasuk Islam, kata Asad, tentu akan protes jika agamanya dihina. Nilai-nilai luhur yang selama ini diyakini sebagai jalan hidup umat Islam tiba-tiba dianggap sebagai sumber kebohongan tentu akan membuat umat tersinggung.

Jadi, ungkap Asad yang ikut aksi bersama sejumlah teman-teman dan keluarganya itu, masalah Al Maidah 51 ini murni masalah hukum, bukan persoalan minoritas ditindas atau umat Islam tidak bineka. "Yang bikin Bineka bangsa ini kan umat Islam juga," kata dia.

Reza Siregar, peserta aksi damai 212 dari Tangerang, mengatakan Islam tidak pernah menindas minoritas. Aksi 212 dan aksi 411 lalu merupakan bentuk protes umat Islam terhadap penistaan agama yang dilakukan Ahok, bukan persoalan mayoritas versus minoritas.

Reza menegaskan Indonesia termasuk negara paling toleran di dunia di mana kaum minoritas mendapat perlindungan dan bebas menjalankan kehidupannya di semua lini. "Saya pernah tinggal di Eropa dan mengalami masa-masa di mana kami kaum minoritas diusir, didemo anti-Islam, bahkan diludahi di jalan," kata dia.

Hal seperti itu, kata Reza, tidak pernah terjadi di Indonesia yang dilakukan umat Islam. Ia balik bertanya apakah di Indonesia pernah umat Islam berdemonstrasi menolak umat agama lain, minta umat lain diusir, atau melepaskan kewarganegaraan mereka. Beberapa peserta aksi damai 212 lainnya juga berpendapat senada. Buat mereka, aksi 211 dan 411 didasarkan pada rasa keadilan dan persamaan setiap manusia Indonesia di mata hukum.

Hal hampir senada juga disampaikan Wakil Sekjen MUI dalam berbagai wawancara oleh sejumlah televisi saat aksi berlangsung.

Sumber: Republika.co.id | Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat