Budaya Mandi Safar Tarik Wisatawan ke Pulau Rupat
Kamis, 01 Desember 2016 - 09:08:54 WIB
|
Salah satu sesi Ritual buadya Mandi Safar di Bengkalis
|
TANJUNGMEDANG, Suluhriau- Dalam memajukan dunia pariwisata berbasis kebudayaan terus dilakukan, salah satunya ivent budaya mandi Safar yang rutin dilakukan tiap tahunnya.
Tradisi yang dilaksanakan setiap Rabu ketiga di bulan Safar ini yang (dikenal mandi safar-red) upaya untuk mempromosikan potensi wisata yang ada di Pulau Rupat.
Budaya ini sudah berlangsung bertahun-tahun, ritual mandi Safar itu sendiri, diawali dengan iring-iringan 10 pasang anak-anak yang akan dimandikan, menuju sumur tua yang tidak jauh dari lokasi acara seremonial. Diyakini masyarakat sekitar air dari sumur tersebut memiliki khasiat menolak bala.
Acara dilajutkan dengan menepuk tepung tawari ke-10 pasang anak-anak. Setelah itu, seorang tokoh masyarakat mengambil air dari sumur tua kedalam beberapa tempayan yang sudah disediakan. Kemudian, dengan menggunakan gayung berbahan kayu dan tempurung kelapa, anak-anak tersebut mulai dimandikan.
Seperti kegiatan digelar Rabu (30/11/2016), sungguh menarik wisatawan datang ke lokasi mandi safar di Tanjung Lapin Desa Tanjung Punak Kecamatan Rupat Utara. Para pejabat Bengkalis, memandikan anak-anak yang telah ditunjuk dalam prosesi ini, dimulai oleh Plt. Asisten Tata Praja, Hj Umi Kalsum, Camat Rupat Utara, Agus Sofyan, Forkopimda, dan tamu undangan lainnya.
Budaya ini merupakan satu dari sekian banyak kekayaan budaya yang dimiliki masyarakat kabupaten Bengkalis.
Menurut, Bupati Bengkalis Amril Mukminin melalui Plt Asisten Tata Praja, Hj Umi Kalsum, perhelatan mandi safar mengandung makna sangat mendalam sebagai upaya perwujudan untuk melestarikan tradisi adat istiadat dan budaya Melayu.
"Melalui tradisi ini diharapkan mampu memupuk dan mempererat tali silaturrahmi antar sesama kita", ungkap Umi.
"Ini upaya melestarian budaya dan tradisi masyarakat lokal merupakan tanggungjawab kita bersama agar kekayaan yang kita miliki, tidak lapuk dek hujan tak lekang dek panas. Terlebih-lebih, di tengah kemajuan teknologi dan informasi, menyebabkan pengaruh budaya asing sangat gencar menerobos ruang-ruang kehidupan masyarakat" ungkapnya.
Mengenai komitmen menjadikan kawasan wisata pantai Rupat Utara, sebagai daerah destinasi utama di Provinsi Riau, Pemkab Bengkalis terus berupaya untuk menyiapkan fasilitas dan infrastruktur yang ada.
"Insya allah, mulai tahun 2017, pembangunan infrastruktur jalan menuju Rupat Utara kembali dilanjutkan, yang pembiayaannya melalui sharing budget antara Kabupaten Bengkalis dengan Provinsi Riau", ujarnya.
Diakui, saat ini kondisi infrastruktur jalan dari Batu Panjang Kecamatan Rupat menuju Tanjung Medang Kecamatan Rupat Utara kurang bagus, bahkan ketika musim hujan seperti saat ini kondisinya sangat memprihatinkan.
"Kami minta agar masyarakat Rupat Utara tetap bersabar, karena proses pembangunan suatu daerah harus tetap mengacu pada ketentuan dan perundang-undangan" harapnya. (las)
Komentar Anda :