Senin, 17 Agustus 2026 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti | Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap | Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
 
 
☰ Peristiwa
Workshop Pengembangan Budidaya Rumbia,
BRG RI Tetapkan Meranti Jadi Pusat Pembelajaran Sagu Nasional
Selasa, 15 November 2016 - 11:42:42 WIB

PEKANBARU, Suluhriau- Bpati Kabupaten Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan, M.Si mengikuti Workshop pengembangan budidaya Rumbia sebagai penghasil komoditi sagu pada lahan gambut.

Workshop ditaja oleh Badan Restorasi Gambut (BRG) RI di Hotel Pangeran Pekanbaru, Selasa (15/11/2016).

Dalam acara itu hadir Dr. Haris Gunawan selaku Deputi IV BRG RI Bidang Penelitan dan Pengambangan. Ia mengatakan, disepakati Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi Pusat Pembelajaran Sagu Nasional.

Selain Deputi IV BRG RI, hadir juga para peneliti dan Ilmuwan Sagu seperti Prof. Bintoro, Prof. Dedy Suyerman, Prof. Bambang Haryanto, Prof. M. Yasid, Kepala BLH Provinsi Riau Dra. Yulwiliarti, Kepala Dinas Kehutanan Meranti Murod, para Camat dan Kades Se-Kabupaten Meranti, serta para peserta dari Provinsi Jambi, Kalimantan, Papua dan Riau.

Seperti dijelaskan Deputy IV BRG RI, saat ini Pemerintah Pusat berharap lahir sebuah terobosan baru dalam upaya pengembangan Sagu Nasional. Pengembangan Sagu dilahan Gambut selain memiliki nilai ekonomi tinggi juga sangat penting dalam menjaga ekosistem Gambut tetap lembab dan basah, sebagai upaya untuk mengantisipasi kebakaran lahan dan hutan (Kabut Asap) yang rutin terjadi setiap tahun di Indonesia, khususnya dilahan Gambut.

"Kita ingin memanfaatkan komoditi ini untuk mengantisipasi Kabut Asap, dan BRG telah menyepakati Sagu atau Rumbia sangat cocok untuk ekosistem Gambut yang mudah terbakar dan dibakar," ujarnya.

Saat ini untuk mengintensifkan upaya pengambangan Sagu, Badan Restorasi Gambut Nasional telah menetapkan sebuah lokasi untuk dijadikan Pusat Pembelajaran Sagu Nasional, dan daerah yang dinilai paling sesuai adalah Kabupaten Meranti, tepatnya Desa Sungai Tohor Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Kita telah menyepakati Kabupaten Meranti menjadi Laboratorium Internasional Restorasi Gambut yang akan digunakan sebagai pusat pembelajaran Sagu Nasional, disana akan kita laksanakan berbagai kegiatan konkrit (turun lapangan) untuk belajar bagaimana mengembangkan Sagu ini," ujar Haris.

Selain Kabupaten Meranti, dikatakan Haris beberapa daerah juga masuk dalam prioritas penelitian tanaman Sagu, diantaranya di Sumatera Selatan Musi dan Banyuasin serta di Kabupaten Ogan Komerin Hilir.

Sementara Bupati Kabaten Meranti Drs. H. Irwan M.Si didampingi Kadis Kehutanan Ir. M. Murod MM menegaskan, Kabupaten Meranti mendukung pengembangan Sagu yang digesa oleh BRG RI, karena Sagu adaptif dengan lingkungan yang ada dan sudah menjadi kearifan lokal bagi maayarakat.
Selain itu Bupati meyakini bahwa Sagu mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat petani Sagu di Meranti. "Dalam pengembangan Sagu ini perlu didorong kearah Hilirisasi, Pemerintah Pusat dalam hal ini BRI RI kami harapkan untuk lebih fokus bagaimana menjadikan Gambut di wilayah Meranti tetap basah agar menjadi ekosistem yang baik bagi Sagu,"ujar Bupati, sesuai dengan keinginan BRG dalam upaya menjaga ekosistem Gambut tetap basah untuk mengantisipasi kabut asap.

Terkait hal itu pula dikatakan Bupati, pengembangan industri hilir juga perlu dukungan teknologi dari BPPT untuk menghasilkan kwalitas produk beras Sagu dan gula cair yang baik. Serta berharap mendapat dukungan teknologi pengolahan limbah dari Pemerintah Pusat.

Pada kesempatan itu Pemerintah Kabupaten Meranti juga menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan integrasi pengelolaan antara Sagu, ternak, dan komoditas pertanian (tumpang sari) dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Semoga faslitas ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten termuda Riau tersebut.

Masalah akan diberlakukannya moratorium gambut oleh Pemerintah Pusat turut menjadi perhatian Bupati, dalam hal itu Bupati menegaskan tidak sependapat karena dapat menghambat pengembangan tanaman Sagu yang kini sedang gencar-gencarnya dilakukan oleh Pemda. "Kita ingin moratorium Sagu ini tidak dilakukan, akibat dari Moratorium Gambut tentunya akan menghambat pengambangan Sagu," terang Bupati.

Sementara menyangkut ditetapkannya Kabupaten Meranti sebagai Pusat Pembelajaran Sagu Nasional, Bupati juga menyambut baik dan akan mengupayakan penyiapkan berbagai hal yang mendukung untuk pelaksanaan itu.

Sekedar informasi, dalam Workshop tersebut para pembicara memaparkan berbagai hal mulai dari Potensi Rumbia (Sagu) oleh Prof. M. Yasid, peningkatan Produktifitas Sagu oleh Prof. Bintoro, pengolahan produk turunan Sagu oleh Prof. Bambang Haryanto dan lainnya.

Beberapa kesimpulan hasil pemaparan para ahli terkait manfaat tanaman Sagu mulai dari limbah cair hingga serat. Sisa pengolahan Sagu dapat dimanfaatkan sebagai Limbah cair (Bio Gas, Pupuk Cair Organik PCO). Kulit Sagu digunakan untuk arang dan bahan bakar. Limbah serat dan serbuk Sagu berpotensi sebagai media tanaman jamur merang, budidaya lalat BSF, Pakan ternak itik dan sapi, media budidaya cacing. Limbah Pucuk Batang Sagu dapat dimanfaatkan sebagai media budidaya ulat Sagu.

Dalam Workshop itu juga didapati fakta Biomassa pohon Sagu yang ada dalam Industri Pati Sagu hasil yang terbanyak adalah limbah dengan perbandingan 30:70. Seiring menipisnya bahan bakar Fosil, potensi ini dapat dimanfaatkan untuk pembuat bahan bakar Nabati. Ampas Sagu dapat dijadikan Biomassa dan Pati Sagu dengan kadar Karbohidrat tinggi bisa dijadikan Biofuel-Biodiesel.

Dengan pemanfaatan limbah Sagu ini secara otomatis dapat menyesaikan masalah yang selama



 
Berita Lainnya :
  • Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
  • Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Obor Menyala di Tengah Hening, Forkopimda Kampar Renungan Suci di TMP Kusuma Eka Bhakti
    02 Digerebek di Peron Sawit, Pengedar Sabu di Kampar Kiri Hilir Ditangkap
    03 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    04 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    05 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    06 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    07 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    08 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    09 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    10 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    11 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    12 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    13 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    14 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    15 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    16 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    17 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    18 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    19 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    20 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    21 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    22 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat