Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Nasional
Dua Tahun Duet Jokowi-JK
Indef Sentil Jokowi, Belum Mampu Wujudkan Kemandirian Ekonomi
Kamis, 20 Oktober 2016 - 12:39:25 WIB

JAKARTA, Suluhriau- Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai upaya menciptakan kemandirian ekonomi dalam dua tahun terakhir pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) tidak menunjukkan hasil berarti.

Padahal, kemandirian ekonomi merupakan salah satu bagian dari Nawacita yang digadang Jokowi saat masa kampanye Pemilihan Presiden 2014 silam.

Peneliti Indef Ahmad Heri Firdaus memaparkan, selama dua tahun terakhir ketergantungan Indonesia terhadap barang impor kian tinggi. Impor pangan strategis menunjukkan peningkatan yang semakin signifikan dalam dua tahun terakhir.

Sebagai contoh, sepanjang Januari-Juli tahun ini Jokowi sudah mengimpor beras senilai US$447,73 juta. Angka ini lebih tinggi dibandingkan nilai impor beras sepanjang tahun 2014 sebesar US$388,12 juta dan 2015 sebesar US$351,6 juta.

"Padahal, Indonesia merupakan negara agraris," kata Ahmad dalam paparannya di kantor Indef, Kamis (20/10/2016).

Dari sisi ketahanan pangan, peringkat Indonesia masih kalah dari negara tetangga di kawasan ASEAN. Dari 113 negara yang diukur dalam Global Food Security Index 2016, Indonesia duduk di peringkat 71, di bawah Malaysia (35), Thailand (51), dan Vietnam (57).

Kemudian di sektor energi, kemandirian Indonesia juga belum tercermin. Volume impor migas Januari-September secara tahunan menunjukkan peningkatan sebesar 32,17 persen.

"Ini miris, Indonesia negara penghasil energi tetapi impor energi yang sudah final," ujarnya.

Selain ketergantungan terhadap impor pangan dan energi, Indonesia kian diserbu oleh produk industri negara lain. Hal ini tercermin dari melonjaknya impor barang konsumsi yang secara tahunan meningkat 12,8 persen sepanjang Januari-September tahun ini.

Upaya penciptaan kemandirian ekonomi juga tidak didukung oleh sektor industri dalam negeri yang mengalami kontraksi.

Industri domestik cenderung mengalami perlambatan yang ditandai oleh daya serap impor bahan baku dan barang modal yang menurun sepanjang 2016. Berdasarkan data BPS, impor bahan baku sepanjang Januari-September turun 9,8 persen (year on year/yoy) sementara impor barang modal turun 12,6 persen.

Melambatnya industri domestik juga terkonfirmasi oleh ekspor dari berbagai sektor (termasuk industri) yang kian merosot. Sepanjang Januari-September, BPS mencatat ekpor Indonesia turun 9,41 persen (yoy). Ekspor nonmigas turun 6,09 persen dan ekspor migas anjlok 32,66 persen (yoy).

Penurunan kinerja industri dalam negeri juga tercermin dari berkurangnya jumlah perusahaan industri, terutama industri kecil. Tahun ini, jumlah pelaku industri kecil menyusut dari 284.501 pelaku industri menjadi 283.022 pelaku industru.

Lebih lanjut, derasnya aliran impor barang konsumsi dan melemahnya daya saing industri domestik salah satunya disebabkan oleh minimnya kebijakan pengamanan pasar domestik yang tercermin dari kuantitas hambatan non tarif atau Non Tariffs Measures (NTMs).

Jika dibandingkan dengan kebijakan NTM Amerika Serikat (AS) atau China, Indonesia jauh lebih sedikit dengan hanya memiliki 272 jenis NTM, sementara AS dan China masing-masing sebanyak 4.780 dan 2.194 NTM.

Sumber: CNN Indonesia



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat