ADVERTORIAL
Melalui Assesmen Center BKP2D, Pemrov Riau Wujudkan ASN Profesional
Kamis, 22 September 2016 - 17:20:25 WIB
|
| Gubri Arsyadjuliandi Rachman salami ASN Pemrov Riau |
PEKANBARU, Suluhriau- Berbagai upaya dilakukan pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu atau kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN) sehigga benar-benar menjadi aparatur yang profesional.
Salah ke arah itu dilkukan Pemrov Riau, melalui Assessment Center Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Provinsi (BKP2D) Riau, Pemrov ingin terus melakukan berbagai terobosan kearah pemberdayaan ASN sesuai ekpektasi dalam menjalankan fungsi organisasi Pemerintah.
Assessment Center merupakan sekumpulan prediksi yang digunakan untuk meramalkan keberhasilan pegawai terutama yang ditujukan untuk mereka yang akan duduk dalam jabatan-jabatan tinggi dan strategis.
Sebab, ASN merupakan instrumen utama yang mempunyai peran penting. Terlebih di era kompetisi global saat ini. Karena itu perlu dilakukan berbagai upaya untuk meningkatkan dan mengembangkan potensi ASN pemerintah agar memiliki kompetensi, kecakapan, keterampilan dan keahlian yang pada akhirnya terwujud profesionalisme.
Keharusan menyiapkan diri untuk menghadapi segala tantangan termasuk menjadi kewajiban instansi-instansi pemerintah dengan segenap aparatur yang ada di dalamnya.
Salah satu kunci utama kesuksesan dalam pengelolaan Aparatur Pemerintah berada di tangan pimpinan yang akan mengendalikan lingkungan kerja guna mencapai visi dan misi organisasi. Oleh karena itu, pemilihan para pemimpin dalam suatu organisasi perlu dilakukan secara cermat.
Dalam rangka mendukung pembentukan Assesment Center Provinsi Riau, salah satu dilakukan Pemerintah Provinsi Riau menyelenggarakan Diklat Assessor SDM Aparatur bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah disaring melalui Seleksi Assessor Provinsi Riau dan akan dilakukan berkesinambungan.

Kepala BKP2D Riau Asrizal dalam sebuah acara
Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Provinsi (BKP2D) Riau Asrizal mengatakan, kompetensi aparatur yang mengawaki organisasi akan menjadi daya pembeda utama dari organisasi yang berhasil dan yang gagal.
Salah satu kunci utama kesuksesan dalam pengelolaan Aparatur Pemerintah berada di tangan pimpinan yang akan mengendalikan lingkungan kerja meraka guna mencapai visi dan misi organisasi. Oleh karena itu pemilihan para pemimpin dalam suatu organisasi perlu dilakukan secara cermat.
Kondisi yang terjadi saat ini, dalam penentuan calon pejabat yang akan menduduki jabatan struktural, terutama pada tingkatan jabatan administrator (Pejabat Struktural Eselon III) dan Jabatan pengawas (Pejabat Struktural Eselon IV) lebih dititikberatkan pada aspek persyaratan administrasi dan selera subjektif pimpinan.
Berbagai perangkat atau instrumen penilaian pegawai seperti SKP, Tim Penilai Akhir (TPA), Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) dipandang kurang mencerminkan prestasi dan mengukur potensi pegawai yang sesungguhnya, sehingga hasilnya seringkali kurang akurat untuk dipergunakan sebagai bahan pertimbangan baik untuk promosi, rotasi serta pendidikan dan pelatihan.
Dengan telah tersusunnya suatu standar kompetensi jabatan struktural, maka dapat dilakukan penilaian yang lebih objektif terhadap calon-calon pemegang jabatan struktural.
Salah satu metode yang dapat digunakan dalam penilaian kompetensi tersebut antara lain dengan Assessment Center sehingga hasilnya dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Baperjakat dan TPA dalam mengukur kemampuan dari pejabat pemerintah sesuai dengan Kompetensi, kecakapan, keterampilan, dan keahlian.
Berkesinambungan
Seorang assesor harus mengetahui secara pasti profil suatu pekerjaan, ini akan memberikan landasan atau dasar kepada dalam menyeleksi atau mengembangkan profil pekerjaan yang sesuai. Job profil harus menjadi dasar sehingga memudahkan untuk mencari candidate profile yang cocok dengan pekerjaan tersebut. Inilah yang kemudian dinilai (assess). Dalam assessment center ini simulasi-simulasi tersebut harus ada.
"Kegunaan simulasi tersebut adalah untuk memberikan kepada assessor (penilai) untuk mengamati perilaku kandidat yang berkaitan dengan dimensi-dimensi suatu pekerjaan yang dinilai. Assessor harus menggunakan sebuah prosedur yang sistematis untuk mengamati dan mencatat perilaku yang spesifik yang dilakukan peserta di setiap latihan," jelasnya.

Gubri Ambil sumpaj janji ASN di Lingkungan Pemrov Riau
Metode assessment center diharapkan berjalan secara optimal dapat digunakan untuk penelusuran potensi dan minat para aparatur yang akan ditempatkan dalam suatu jabatan dan sesuai dengan kehendak Undang-Undang.
Dalam assesmen diharapkan tidak hanya diperuntukkan dalam menentukan jabatan strategis pimpinan tinggi, akan tetapi bisa dijadikan sebagai sarana menentukan proses seleksi pada jabatan lainya dalam organisasi pemerintahan. (Advertorial Pemrov Riau)
Komentar Anda :