Rabu, 30 September 2026 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti | Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi | Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai | RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
 
 
☰ Sosial Budaya
Ketika Pesawat Haji DC-8 Tabrak Bukit Adam, 182 Jemaah Tewas
Kamis, 08 September 2016 - 15:22:19 WIB
Ilustrasi/rpc

SULUHRIAU- Peristiwa tragis ini tak pernah terlupakan dalam sejarah perhajian nasional adalah jatuhnya pesawat Martin DC-8 yang membawa jemaah haji Indonesia dari embarkasi Surabaya menuju Saudi Arabia. Pesawat buatan tahun 1968 milik Matin Air itu gagal mendarat di Bandara Badaranaike Kolombo dan jatuh di Maskeliya, Srilanka.

Musibah Kolombo yang terjadi pada 4 Desember 1974 pukul 18.38 waktu setempat ini, sangat menyayat hati. Pesawat milik Belanda yang disewa Garuda itu menabrak Bukit Adam atau Bukit Tujuh Perawan, sebelum mendarat sekitar 100 mil sebelah selatan dari bandara, yang acap kali dipakai mengisi bahan bakar. Pesawat mengalami kecelakaan setelah 4,5 jam terbang dari Surabaya.

Pesawat DC-8 buatan McDonnell Douglas, AS, dengan nomor penerbangan 138 itu hancur berkeping-keping. Sebanyak 182 jamaah haji, tiga pramugari dan delapan awak pesawat hancur dan tidak bisa lagi dikenali. Tercatat korban 16 orang dari LAmongan, satu orang asal Surabaya, 50 orang asal Sulawesi Selatan, tiga orang asal Kalimantan Timur dan 111 orang asal Blitar, Jawa Timur.

Insiden ini tidak hanya diliput secara besar-besaran oleh pers dari dalam dan luar negeri saat itu, namun juga diabadikan sebagai akhir dari kisah cinta serita roman 'Burung-burung Manyar' karangan YB. Mangunwijaya. Sebagai saksi tragedy ini bisa disaksikan antara lain di makam Syuhada Haji di Blitar.

Kolombo merupakan Ibukota Srilanka. Kota itu tertutup gunung yang menyulitkan pendaratan, terutama jika cuaca buruk. Pada 15 November 1978 kembali terjadi musibah kecelakaan pesawat di Kolombo. Pesawat DC-8 milik Islandia yang disewa Garuda untuk membawa jamaah haji asal Kalimantan Selatan dari Jeddah menuju Surabaya, gagal mendarat di Bandara Kolombo.

Pesawat jatuh 2,1 kilometer sebelum menyentuh landasan dan meledak pada pukul 22.53 waktu setempat, dan pecah menjadi tiga bagian. Analisa kecelakaan pada saat itu disebabkan, antara lain usia pesawat, pilot salah melakukan landing, fasilitas bandara kurang memenuhi syarat hingga cuaca buruk yang mengganggu jarak pandang pilot.

Sebagai saksi tragedi ini kini bisa disaksikan antara lain makam Syuhada Haji di Banjarmasin. Tragedi tersebut menewaskan 174 jamaah haji. Sedangkan 75 jamaah selamat. Sebuah keajaiban, ada 46 jamaah yang tak cedera sedikit pun. Menteri Agama saat itu, Alamsjah Ratu Prawiranegara datang ke Kolombo dan menjemput sendiri jamaah yang selamat hingga tiba di Bandara Kemayoran Jakarta.

Sejak dua insiden tersebut, Kolombo tidak lagi menjadi bandara transit untuk pengisian bahan bakar. Seiring digunakannnya pesawat DC-10 dan Boeing 747 yang dikembangkan dengan daya tempuh lebih jauh, pesawat haji kemudian mengisi bahan bakar di Abu Dhabi.

Kini, pesawat bisa langsung menjangkau Jeddah atau Madinah secara langsung dari Jakarta, selain itu juga dari bandara embarkasi Balikpapan, Banjarmasin, Solo dan Makassar.

Sumber: republika.go.id | Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  • Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
  • Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
  • Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    02 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    03 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    04 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    05 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    06 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    07 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    08 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    09 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    10 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    11 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    12 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    13 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    14 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    15 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    16 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    17 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    18 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    19 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
    20 Evaluasi Kebijakan Indikasi Geografis, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Diskusi Strategis Nasional
    21 Catat Jadwalnya, Pasar Murah Pemprov Riau Digelar di 6 Kelurahan Pekanbaru
    22 Isu West Papua Diungkit di Sidang PBB ke- 81, Ketua BKSAP DPR RI Kecam PM Solomon
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat