Pemkab Bengkalis Diminta Tak Lepas Tangan pada Proyek Diduga Bermasalah
Senin, 29 Agustus 2016 - 19:39:32 WIB
BENGKALIS, Suluhriau- Sampai saat ini sejumlah pengerjaan proyek yang nilainya miliaran rupiah di Kabupaten Bengkalis tak kunjung tuntas dikerjakan.
Bahkan ada indikasi proyek itu bermasalah dari tekhnis pekerjaan maupun penganggaran. Untuk itu, Pemkab Bengkalis melalui SKPD tekhnis diminta untuk tidak lepas tangan atau lari dari tanggung jawab.
Hal itu mendapat sorotan dari pemerhati masalah pembangunan dan lingkungan dari Bengkalis, Tun Ariyul Fikri.
Menurutnya, diantara proyek yang terbengkalai dan diduga merugikan keuangan negara seperti pembangunan gedung daerah di Kota Bengkalis, pembangunan sirkuit road race di Kota Duri kecamatan Mandau serta pembangunan pelabuhan Kargo di Air Putih di Kota Bengkalis.
Menurutnya, dengan tidak diperhatikan hal ini, Tun menilai ada upaya buang badan terhadap proyek-proyek ini.
"Ada kesan di Bengkalis ini berganti kepala daerah, seolah-olah kepala daerah merasa itu bukan tanggungjawab dia, karena dibangun pada era bupati sebelumnya. Padahal proses dan pelaksanaan pembangunan harus berkesinambungan, sehingga kalau proyek dan pekerjaan tidak diteruskan tentu hanya menghambur-hamburkan uang yang berujung kepada merugikan keuangan Negara atau terjadinya praktek korupsi, "terang Tun Ariyul, Senin (29/8/2016).
Alumni Politekhnik Bengkalis ini juga mempertanyakan kelanjutan pembangunan gedung daerah di Kota Bengkalis yang sudah menelan anggaran Rp49 milyar tapi sampai sekarang tak kunjung selesai.
Sorotan dan kecurigaan masyarakat di Bengkalis kalau proyek gedung daerah itu diduga sengaja dikerjakan sampai bertahun-tahun hanya untuk menguras APBD Bengkalis tiap tahun, dan tahun ini sudah masuk tahun ketujuh tapi tak kunjung selesai.
"Aparat penegak hukum harus bertindak, menindaklanjuti kecurigaan masyarakat atas proyek gedung daerah tersebut. Dana APBD yang sudah digelontorkan tidak sedikit, tapi coba lihat hasil dan kualitasnya amburadul,"pinta Tun Ariyul.
Kemudian ditambahnya, pembangunan sirkuit road race di kota Duri pada masa Bupati Herliyan Saleh dinilainya hanya sebagai proyek prestisius yang tidak memiliki dampak apa-apa terhadap prekonomian dan pembangunan daerah. Apalagi sirkuit yang dibangun sejak tahun 2012 itu sampai sekarang tidak siap dan tidak dilanjutkan kembali pengerjaannya.
"Informasinya, sirkuit road race di kota Duri itu sudah menelan dana hampir Rp 20 milyar, dan sekarang nasibnya juga tidak jelas. Harapan kita kepala daerah baru tetap memprioritaskan kelanjutan pekerjaan yang masih terbengkalai, atau disisi lain penegak hukum juga dapat mengusutnya apakah ada unsur pidana atau tidak, bukan dibiarkan seperti yang terjadi sekarang," tutup Tun Ariyul.
Menanggapi hal tersebut, pelaksana tugas (Plt) kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) kabupaten bengkalis M Tarmizi dikonfirmasi sedang mengikuti rapat di kantor Bappeda Bengkalis. Dan belum memberikan jawaban lengkap. (las)
Komentar Anda :