Terkait Kerusuhan Warga-Polisi di Meranti,
Pasca Pertemuan dengan Tokoh Lintas Etnis, Proses Hukum Oknum Polisi Tetap Berlanjut
Sabtu, 27 Agustus 2016 - 11:10:40 WIB
MERANTI, Suluhriau- Dari Pertemua antara Pemkab Meranti, unsur Forkopinda, Kapolda Riau dan sejumlah tokoh lintas etnis, proses hukum terhadap oknum polisi diduga menyalahi SOP dalam bertugas akan dilanjutkan.
Kapolda Riau Brigjend Pol Supriyanto dalam pertemuan digelar Jumat (26/8/2016) berjanji akan melaksanakan amanah yang diberikan masyarakat Meranti.
Proses hukum akan ditangani pihak Polda Riau. Untuk tahap awal diakui Kapolda, dirinya sudah mencopot dan mengirim 15 orang oknum polisi ke Mapolda Riau untuk menjalani pemeriksaan. Bahkan Kapolda mempersilahkan masyarakat untuk mengawal proses hukum tersebut.
"Saya telah membawa tersangka ke Pekanbaru subuh tadi Jum'at.red, untuk menjalani pemeriksaan di Mapokda Riau dan masyarakat silahkan pantau kerja kami di media," ujar Kapolda.
Kapolda mempersilahkan jika masyarakat merasa ada yang janggal atau tidak puas atas proses pemeriksaan mempersilahkan menghubunginya, seraya memberikan nomor kontak. "Jika butuh saya mohon di SMS kenomor 081222761986, jika di SMS pasti kami balas," ujarnya sambil meminta maaf jika ditelepon karena sesuatu hal tak bisa langsung menjawab.
Pertemuan itu selain dihadiri Wabu Said Hasyim, Kapolda Riau, juga dihadiri oleh Ketua DPRD Meranti H. Fauzy Hasan, mantan Gubernur Riau H. Wan Abu Bakar, Ketua LAM H. Ridwan Hasan, Kapolres Meranti AKBP. Asep Iskandar, Sekdakab. H. Iqaruddin, Asisten Sekda, para tokoh pemuda, masyarakat/agama lintas etnis diantaranya Zulkhairy, Ketua KNPI Meranti Hanafi, Forum Kebangsaan Zaini Madun, Tokoh Pemekaran Tarmizi, Darto dan puluhan tokoh lainnya.
Pertemuan ini intinya agar kondisi Meranti kembali kondusif, dengan tidak ada lagi aksi anarkis dari warga di Mapolres Meranti yang tidak puas atas tindakan dari oknum kepolisian, begitu juga sebaliknya.
Ada beberapa keinginan masyarakat Meranti yang diutarakan oleh para tokoh, diantarannya yakni masyarakat mengaku tidak mempermasalahkan proses hukum yang dilakukan kepolisian tehadap tersangka Apri Adi namun sangat menyayangkan tindakan oknum kepolisian yang diduga melanggar SOP sehingga menyebabkan meninggalnya Adi, untuk itu tokoh masyarakat meminta Kapolda Brigjen Pol Supriyanto untuk menjalankan proses hukum seadil-adilnya kepada pelaku oknum kepolsiian tanpa ada intervensi dan kongkalingkong dari pihak manapun, dan dilaksanakan secara transparan.
Seperti diketahui, kasus kerusahan antara warga dengan polisi Meranti berawal adanya kasus pembunuhan Brigadir Adil S Tambunan oleh tersangka Apri Adi Pratama Kamis dini hari (25/8/2016) lalu dipelataran salah satu hotel di Selatpanjang, Kabupaten Meranti, yang berlanjut dengan penangkapan serta penindakan Apri Adi oleh oknum Kepolisian Mapolres Meranti yang diduga menyalahi prosedur hingga meninggalnya tersangka, memicu emosi masyarakat Meranti yang dilampiaskan dengan unjukrasa anarkis di Mapolres Meranti.
Aksi masa yang tidak puas semakin menjadi setelah kembali terjadi korban jiwa yakni Is Rusli yang diduga terkena tembakan aparat yang mencoba mengamankan Mapolres Meranti.
Pernyataan dan janji dari Kapolda ternyata sesuai dengan harapan yang diinginkan para tokoh masyarakat, yang mengaku senang atas tanggapan Kapolda yang cukup menyejukan hati. "Kami cukup puas dengan tanggapan dari pak Kapolda," ujar H. Deli dan tokoh lainnya.
Wabup Meranti, Said Hasyim mengucapkan terima kasih yang sebesar-sebesarnya kepada Kapolda Riau yang telah datang ke Meranti untuk meredam suasana yang sebelumnya rusuh. Saat ini seperti dirasa masyarakat sudah kembal normal, toko-toko yang sebelumnya takut buka kembali beroperasi dan aktifitas masyarakat kembali normal. (raf)
Komentar Anda :