Rabu, 30 September 2026 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti | Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi | Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai | RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
 
 
☰ Internasional
Diseret-serat Dalam Percobaan Kudeta Turki
Ini Hidup Sederhana Gulen dan Ruangan 45 Meter Persegi
Rabu, 24 Agustus 2016 - 12:09:28 WIB
Fatullah Gulen (int)

SULUHRIAU- Sudah sekitar 17 tahun ulama Turki Fethullah Gulen tinggal di kamp Golden Generation, Worship and Retreat Centre (GGWRC) yang berada di kawasan pedesaan Saylorsburg, Pennsylvania, Amerika Serikat. Dia meninggalkan Turki pada 1999, di tengah namanya diseret-seret dalam politik.

Gulen saat ini memiliki jutaan pengikut. Tidak ada yang bisa memastikan berapa jumlah pengikut Gulen sebenarnya. Hingga saat ini Gulen sama sekali tidak membentuk sebuah organisasi, sehingga pengikutnya tidak terdeteksi. Dia selama ini hanya menyampaikan ajaran-ajaran dan pesan-pesan yang kemudian diikuti oleh masyarakat Turki.

"Selama ini kami tidak tahu berapa jumlah pengikut Gulen, karena kami tidak pernah mengisi formulir," kata Alp Aslandogan, yang saat ini dipercaya sebagai juru bicara Gulen bila bertemu media. Yang jelas, ada jutaan warga Turki yang menjadi pengikut Gulen yang tinggal tidak hanya di Turki, tapi juga menyebar ke 170 negara. Ada gerakan bersama yang dilakukan para pengikut Gulen, yaitu Hezmat. Ini merupakan gerakan pelayanan yang fokus utamanya pada pendidikan dan kesehatan.

Gerakan Hezmat ini dilakukan secara swasembada para pengikut Gulen. "Gulen sama sekali tidak mendapatkan bayaran dari banyaknya sekolah maupun RS yang dibangun para pengikut Gulen," kata Osman, salah seorang pengurus Yayasan Golden Generation.

Dengan demikian, Gulen tidak punya sekolah, RS, atau perusahaan. Karena itu, apabila ada informasi bahwa Gulen berbisnis sekolah dan RS, itu tidak benar. Sekolah dan RS dimiliki dan dikelola oleh para pengikut Gulen, yang sama sekali tidak ada struktur dengan Gulen. "Sampai sekarang Pak Gulen tidak memiliki jabatan apa pun," kata Osman.


Ruang ta'lim Fauttallah Gulen/dtc

Satu-satunya pendapatan Gulen selama hidupnya, berasal dari royalti buku-buku yang ia tulis. Namun, royalti ini pun sudah tidak ia terima lagi, karena penerbit buku-buku Gulen di Turki sudah ditutup oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Sebelumnya, uang royalti buku yang ia terima, ia juga gunakan untuk membayar ruangan seluas 15 meter persegi yang ia tinggali selama ini.

Sisanya ia sumbangkan untuk kegiatan di Kamp GGWRC. Sebenarnya Gulen juga memiliki uang pensiun dari PNS yang ia jalani sebelum meninggalkan Turki. Namun, pemerintah Turki telah menghentikan uang pensiunnya. Dia tidak ada alasan menumpuk harta, karena juga tidak punya istri dan anak.

Sebagai ulama kharismatis yang sangat berpengaruh, kehidupan Gulen di kamp GGWRC sangat sederhana. Dia tinggal di ruangan 45 meter persegi di lantai 2 sebuah gedung berdinding kayu, tanpa ada asisten khusus. Ruangan yang ia pakai terdiri dari 3 bagian. Begian terbesar adalah ruang ta'lim, kemudian ruang kerja, dan ruang tidur.

Dilansir oleh detikcom, di temoat tinggal Gulen itu, Begitu pintu dibuka, ruangan yang ditemui pertama kali adalah ruangan ta'lim. Ruangan ini beralas karpet Turki dengan di bagian dindingnya terdapat banyak kitab dan buku. Ada kursi di bagian tengah yang digunakan untuk duduk Gulen saat memberikan ta'lim. Juga ada kursi sofa yang dibangun mengelilingi ruangan, sebuah desain khas Turki. Tulisan kaligrafi juga menghias dindingnya.

Di bagian pojok kiri, ada pintu masuk ke ruang kerja dan ruang tidur. Ruang kerja juga penuh dengan buku dan kitab. Ada meja kerja plus kursinya yang digunakan Gulen untuk membaca dan menulis.  Sementara ruang tidurnya, tergitung sempit. Hanya ada satu kasus ukuran sedang, meja kecil dan lemari kecil untuk menyimpan pakaian. Ada juga monitor kecil cctv yang digunakan Gulen memantau tamu yang akan datang dan melihat suasana di ruangan ta'lim.

Sebagian buku karya Gulen berbahasa Indonesia. Demikian kehidupan Gulen yang sederhana. Dia seringkali ditulis di media memiliki kekayaan yang luar biasa yang ia dapatkan dari sekolah-sekolah dan RS-RS Gulen.

Padahal, tidak demikian. Sejak beberapa bulan lalu, Gulen telah dipindahkan ke ruangan yang lebih gampang dijangkau di gedung utama yang baru dibangun yayasan tiga tahun lalu. Selain masalah kesehatan, dipindahnya Gulen ini terkait faktor keamanan dan kenyamanan. Di ruangan lama, Gulen harus naik tangga ke lantai dua, yang tentu menyusahkan pria seusia 75 tahun seperti dirinya.

Sumber: detik.com| Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  • Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
  • Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
  • Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    02 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    03 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    04 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    05 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    06 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    07 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    08 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    09 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    10 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    11 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    12 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    13 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    14 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    15 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    16 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    17 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    18 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    19 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
    20 Evaluasi Kebijakan Indikasi Geografis, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Diskusi Strategis Nasional
    21 Catat Jadwalnya, Pasar Murah Pemprov Riau Digelar di 6 Kelurahan Pekanbaru
    22 Isu West Papua Diungkit di Sidang PBB ke- 81, Ketua BKSAP DPR RI Kecam PM Solomon
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat