Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Peristiwa
Kapal Rute Tj Pinang-Pulau Penyengat Kepri Tenggelam, 10 Orang Tewas
Minggu, 21 Agustus 2016 - 20:50:51 WIB

TANJUNG PINANG, Suluhriau- Akibat hujan dan cuaca buruk yang disertai angin kencang membuat sebuah pompong (perahu kayu) yang mengangkut 17 penumpang dengan rute pelayaran Tanjung Pinang-Pulau Penyengat mengalami kecelakaan. 10 Orang tewas akibat kejadian tersebut.

Peristiwa itu terjadi Minggu, (21/8/2016) sekitar pukul 11.15 WIB. Perahu kayu atau pompong merupakan sarana penyeberangan yang di gunakan oleh masyarakat pulau ini. Perahu dinahkodai Said Ismarulla yang mengangkut 16 penumpang terdiri dari 2 anak dan 14 penumpang dewasa.

Menurut Keterangan Kapolda Kepulauan Riau (Kepri), Brigjend.Sam Budigusdian, sebanyak 10 orang telah ditemukan dengan kondisi telah meninggal dunia,dari 10 penumpang yang di temukan,8 orang penumpang dewasa dan 2 anak-anak, sedangkan penumpang lain sebanyak 5 orang masih belum ditemukan.

Sam Budigusdian menambahkan,dari sejumlah saksi dan keterangan masyarakat Pulau Penyengat mengatakan, sebagian besar penumpang tidak bisa berenang sehingga banyak menimbulkan korban. Berdasarkan salah seorang pengakuan nelayan, Baktiar sempat melihat saat terjadi kecelakaan Laut sudah diketahui oleh masyarakat, namun karena kondisi cuaca yang sangat buruk di perairan kepulauan riau membuat niat para nelayan yang mengetahui tidak berani untuk menolong atau turun ke laut.

Saat ini korban meninggal berada diruangan UGD RSUD Tanjung Pinang dan RS-TNI AL Tanjung pinang untuk dilakukan Identifikasi oleh Sat Reskrim Polres Tanjung pinang,sekaligus menunggu keluarga Korban. Sedangkan korban hilang masih terus dilakukan Pencarian oleh Tim SAR di perairan Tanjung Pinang.

Sementara menurut korban selamat bernama, Resty (20) asal Kota Batam menjelaskan, sekitar pukul 08.30 WIB di Pelabuhan Tanjung Pinang untuk membeli tiket Kapal Pompong (Perahu Kayu) untuk menyeberang ke Pulau Penyengat, korban mengaku saat itu kondisi Awan sudah mulai mendung, kemudian korban menanyakan kepada Penjual tiket pelayaran ke Pulau Penyengat aman atau tidak mengingat cuaca mendung, namun penjual tiket menjamin perjalanan ke Pulau penyengat aman meskipun cuaca kurang baik.

"Pihak penjual tiket pelayaran penyeberangan mengatakan,jika cuaca mendung tidak menjadi masalah saat melakukan pelayaran" ujar nya.

Lebih lanjut korban menambahkan, pada pukul 08.45 WIB kapal berangkat mengangkut 16 orang lainnya berangkat menuju Pulau Penyengat.

"Sekitar pukul 09.00 WIB di depan pelabuhan antara Pulau pinang dan Penyengat tiba-tiba angin kencang disertai hujan lebat dan ombak kuat, kemudian air laut mulai memasuki kapal dan para penumpang panik karena kapal semakin turun ke dalam dan terbalik," kata Resty.

Pada saat kapal mulai terbalik Resty melompat dan mencoba berenang meraih kapal yang terbalik sebagai tempat tumpuan agar tidak tenggelam.

Sementara itu, Pihak Kemenhub mengatakan, pihaknya tidak mengurus izin pelayaran kapal tersebut karena muatannya di bawah 7 gross tonnage (GT).

"Kapal itu adalah kapal tradisional di bawah 7 GT karena di bawah 7 GT itu pengawasannya dilakukan oleh Pemda setempat dan Ditjen Hubla Kemenhub tidak mengeluarkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB).

Namun demikian, Ditjen Hubla Kemenhub siap memberikan pertolongan dan pencarian korban kecelakaan kapal dimaksud," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut, A Tonny Budiono, dalam siaran pers yang dikirimkan Humas Ditjen Hubla Kemenhub, Minggu (21/8/2016).

"Kapal itu mengangkut 17 orang yang terdiri dari 1 orang nakhoda, 2 orang anak-anak dan 14 orang dewasa. Dari 17 orang tersebut, 2 orang dewasa ditemukan hidup, 8 orang dewasa dilaporkan meninggal, 2 orang anak-anak meninggal dan 5 orang belum ditemukan," ucapnya.

Tonny juga memerintahkan petugas kesatuan penjagaan laut dan pantai untuk melakukan pertolongan para korban kecelakaan kapal kayu tersebut.

Kapal KPLP dan tim SAR masih terus mencari korban kecelakaan dan memaksimalkan pencarian dengan memanfaatkan peralatan pencarian korban tenggelam dengan optimal. Adapun penyebab pasti kecelakaan kapal, Dirjen Hubla Kemenhub menyerahkannya sepenuhnya kepada KNKT yang memiliki wewenang penyidikan terhadap penyebab kecelakaan kapal dimaksud.

"Saya minta semua pihak untuk bersabar karena petugas KPLP kami dan tim SAR sedang bekerja keras untuk memberikan pertolongan dan pencarian korban kecelakaan kapal," tegas Tonny.

Ini Identitas Korban Tewas


Berikut identitas korban luka dan tewas yang diperoleh dari siaran pers dari Humas Ditjen Hubla kepada detikcom, Minggu (21/8/2016):

Korban Dirawat

1. Said Umarullah (L), Nahkoda asal Pulau Penyengat.
2. Rasti Rina Sasih (P), 25 tahun asal Batam.

Korban Meninggal

1. Rahmiyana (P), 27 tahun asal Jalan Jering Batu Rasa, Kota Pangkal Pinang.
2. H Idrus Ahmad (L), 62 tahun asal Jalan Istana Laut, Pulau Penyengat.
3. Wiwit Sugiarti (P), 27 tahun asal Jalan Pramuka Lr, Bali
4. Yurdaningsih Alias Neneng (P), 50 tahun asal Jalan H Unggar Lr, Sulawesi
5. Vitaraningrum (P), usia 10 tahun, asal Jalan Pramuka Lr, Bali
6. Mar'atu Syah Niramadon, alias Santi (P), 24 tahun, jenazah di RSAL.
7. Rahmad (L), 43 tahun asal Desa Busung
8. Umik (P), asal Pramuka Lr, Buru
9. Hesti Susilowati (P) 27 tahun, Jalan Pramuka Lr, Bali
10. Maratu sani (P), 60tahun, Jalan Pramuka Lr, Bali.

Sumber: detik.com| Editor: Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat