Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Metropolis
Dulu Proyek CCTv Pernah Polemik
Pemko Pekanbaru Rencanakan Pasang 1.000 CCTv di Perkantoran
Minggu, 14 Agustus 2016 - 18:03:46 WIB

PEKANBARU, Suluhriau- Pemko Pekanbaru merencanakan mamsang 1.000 kamera pemantau atau Closed Circuit Television (CCTv) di perkantoran Pemko.

Upaya ini disebut sebagai penunjang Smart City dalam bidang keamanan. Kepala Badan Satpol PP Pekanbaru, Zulfahmi Adrian  tidak menampik hal itu.
Kami usulkan CCTv yang terpasang di titik rawan di kota ini dan akan terintegrasi pengawasannya di Satpol PP. Akan disediakan ruangan monitor," katanya.

Mengingat anggaran pengadaan CCTv ini katanya  cukup mahal,  maka akan dilakukan secara bertahap. Ada beberapa titik menurutnya yang perlu dipasang CCTv seperti, Komplek Kantor Walikota Pekanbaru di Jalan Jenderal Sudirman, Perkantoran Pemko di Jalan Parit Indah dan Kantor Dinas Pariwisata di Jalan Arifin Achmad.

"Jika usulanini diterima akan membuat sistem pengawasan satu pintu seperti yang sudah diterapkan Pemerintah Kota Surabaya,"katanya.

Sementara itu, sebelumnya Walikota Pekanbaru Firdaus, MT mengatakan, sudah merencanakan penganggaran pengadaan bagi 1.000 CCTv yakni pada Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2016 Pekanbaru.

Ia menyadari sarana ini penting untuk sebuah kota yang maju. Kota yang Smart City katanya salah satu indikatornya miliki CCTv.

Di sisi lain, jika dirunut beberapa tahun lalu, pada tahun 2007 Pemko Pekanbaru sudah pernah memasang 56 titik CCTv di kota ini lengkap dengan Automatic Control Traffic Sistem, (ACTS).

Proyek ini sempat menjadi polemik, disamping anggaran besar pemanfaatannya dinilai masyarakat masih kurang efektif. Proyek ini leading sektornya waktu itu Melalui Dishub Pekanbaru. Pagu proyek tersebut sekitar Rp9,33 miliar untuk 56 titik CCTV dan inklud dengan ACTS serta relokasi traffic light.

Walikota Pekanbaru juga mengakui dulu Pekanbaru pernah dilengkapi CCTv, walau hanya di beberapa titik saja. Terakhir bisa berfungsi tahun 2011. Sejak itu tidak ada lagi pengadaan, baik oleh Provinsi Riau maupun Kota Pekanbaru.

Siapkan SDM

Menyikapi rencana CCTv ini, Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Roni Amriel mengatakan, perlu mempersiapkan terlebih dahulu sumber daya manusia (SDM) yang menangani sistem itu.

Untuk menganggar suatu program kegiatan pada dasarnya tidak begitu sulit. Namun, setelah program itu diaplikasikan, kadang kurang berjalan optimal, karena terbentur persoalan SDM yang belum siap menanganinya.
   
Apakah Pemko sudah memikirkan bagaimana kelangsungan program itu di lapangan nantinya. Jangan sampai program itu sudah ada, tetapi ilmu teknologi pengeoperasiannya pada pihak lain.

Amriel memahami perlunya sistem ini, dengan keterbatasa petugas lapangan terutama terkait pemantauan tindak kejahatan di kantor, atau ditempat lainnya seperi di jalan. "Tapi jangan alat sudah disediakan program tidak jalan," katanya. (yas)




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat