" />
 
Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Peristiwa
Dari Diskusi Restorasi Gambut
Bupati Meranti Minta Tinjau Ulang Pungutan PSDH Komoditi Sagu
Senin, 08 Agustus 2016 - 19:53:10 WIB

SELATPANJANG, Suluhriau- Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti H Irwan, MSi menghadiri acara Diskusi "Terfokus Restorasi Gambut".

Dalam diskusi yang dihadiri oleh Dr Haris Gunawan Deputy IV Bidang Penelitian dan Pengembangan Badan Restorasi Gambut (BRG) RI dan para Profesor peneliti Gambut dari University Hokaido dan Kyoto Jepang, Bupati meminta demi mempertahankan dan menyemangati petani Sagu yang menjadi komoditi unggulan Meranti, Kebijakan terkait pungutan (Pajak) Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH) pada Komoditi Sagu yang akan akan diberlakukan Pemerintah Pusat ditinjau ulang atau ditunda.

"Dari informasi yang saya peroleh, dalam waktu dekat akan diberlakukan kebijakan Pajak PSDH Komoditi Sagu, kebijakan ini kami nilai sangat kontra produktif karena secara Psikologis dapat mengurangi semangat petani untuk mengembangkan Sagu, untuk itu kami harapkan kebijakan ini ditinjau ulang," ujar Bupati saat membuka diskusi yang mengambil tema Restorasi Gambut sebagai strategi dalam mitigasi kebakaran dan peningkatan penghidupan masyarakat pada lahan gambut, di Aula Kantor Bupati, Senin (8/8/2016).

Meskipun secara umum kebijakan pungutan Pajak PSDH Komoditi Sagu memberikan dampak positif bagi pemasukan keuangan negara, namun disisi lain kurang menguntungkan bagi para petani Sagu, khususnya yang berada di Kepulauan Meranti yang sedang bersemangat mengembangkan Sagu. Bupati khawatir kebijakan itu justru mengganggu Psikologi petani untuk lebih giat mengambangkan Sagu.

Jika kondisi itu terjadi, bukan saja mempengaruhi program Pemerintah yang tengah gencar mengupayakan pengembangan Sagu sebagai alternatif pangan Nasional, juga mempengaruhi kesejahteraan petani Sagu di Indonesia khususnya Kabupaten Meranti, dan parahnya lagi dapat menggagalkan upaya pelestarian lahan Gambut, dimana Sagu menjadi salah satu komoditi unggulan Meranti yang berperan penting menyelamatkan lingkungan karena mampu menjaga sumber daya air.

Lebih jauh dijelaskan Bupati, saat ini dengan belum adanya kebijakan Pemerintah Pusat terkait pajak PSDH Komoditi Sagu, Pemerintah Daerah sudah mati-matian mendorong petani Sagu untuk terus mengembangkan usahanya, namun masih enggan untuk bertani Sagu, apalagi jika aturan itu diberlakukan, dapat diprediksi semangat para petani akan semakin mengendur yang dampaknya sangat sistemik, mulai dari potensi rusaknya sumber air bawah tanah dilahan Gambut, terjadinya kebakaran yang tak terkendali hingga menurunnya kesejahteraan masyarakat petani Sagu yang tentu saja akan menambah tingkat kemiskinan.

"Saat ini saja sudah sulit untuk mendorong petani mengembangkan Sagu, apalagi jika diberlakukan tentu akan menurunkan semangat petani untuk terus mengambangkan Sagu dimasa datang," jelas Irwan.

Menurut Irwan, andai kata aturan itu harus diberlakukan, ia meminta jangan saat ini, karena waktunya belum tepat baik ditinjau dari segi psikologis petani maupun kesejahteraannya. "Waktunya belum tepat, saya minta ditunda dulu sampai Sagu bisa diterima sebagai Komoditi Alternatif pangan Nasional, dan dimanfaatkan untuk berbagai produk serta memiliki harga bagus dipasaran," Harap Bupati.

Menurut Irwan, apa yang diinginkan Kabupaten Meranti juga diinginkan oleh daerah-daerah penghasil komoditi Sagu di Indonesia, Ia berharap dengan ditundanya Pajak PSDH Komoditi Sagu, alternatif pangan Nasional itu dapat dikembangkan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani Sagu di Indonesia khususnya di Kepulauan Meranti yang lebih baik dimasa datang.

Sekedar informasi, hadir dalam Acara Forum Diskusi Terfokus itu Deputi VI Penelitian dan Pengembangan BRG RI Dr. Haris Gunawan, Peneliti Gambut Prof. Mitsuru Osaki Hokkaido University, Prof. Kosuke Mizuno Kyoto University, Prof. Almasdi Yahya Ketua LPPM Universitas Riau, Prof. Ashaluddin Jalil Pusat Study Bencana (PSB) LPPM Universitas Riau, Muslim Rasyid dari Yayasan Mitra Insani, Abdul Manan Forum Masyarakat Restorasi Gambut. Serta Kepala Dinas/Badan, Bagian, Camat, Kepala Desa dilingkungan Pemkab. Meranti. (raf).




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat