Rabu, 30 September 2026 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti | Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi | Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai | RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
 
 
☰ Kesehatan
Susu Kecoa Terbukti Bernutrisi Tinggi dan Bisa Jadi Superfood Masa Depan
Selasa, 26 Juli 2016 - 07:38:13 WIB

SULUHRIAU- Susu umumnya berasal dari sapi atau kambing. Tapi kini peneliti menemukan kecoa juga menghasilkan susu yang bergizi tinggi.

Sudah sejak lama negara Asia, khususnya China memanfaatkan kecoa sebagai pengobatan. Belakangan kecoa diternakkan khusus unutk dijadikan camilan dan obat.

Sekitar 10 tahun lalu, peneliti menemukan bagian tengah saluran pencernaan kecoa jenis Diploptera punctata mengandung kristal protein susu. Kecoa ini adalah satu-satunya kecoa vivipar yang juga berkembang biak dengan cara melahirkan selain bertelur.

Seperti halnya mamalia, kecoa Diploptera punctata harus 'menyusui' anaknya. Susu tersebut rupanya mengandung kristal protein yang bergizi tinggi. Tiap kristal diperkirakan mengandung lebih dari 3 kali jumlah energi yang ditemukan dalam rata-rata produk susu sapi kebanyakan. Meski begitu tentu sulit memerah susu dari kecoa.



Karenanya sebuah tim peneliti internasional mencari cara mendapatkan kebaikan susu kecoa menggunakan pilihan yang paling mungkin. Dalam studi yang dipublikasikan jurnal International Union of Crystallography bulan Juli, peneliti mengungkap keberhasilan mereka mengurutkan gen yang bertanggung jawab memproduksi kristal protein susu dalam usus kecoa.

Terobosan ini mengartikan kristal bisa diproduksi in-vitro atau dihasilkan dari laboratorium. Memungkinkan susu kecoa diproduksi massal.

"Kristal ini seperti makanan komplet dengan kandungan protein, lemak, dan gula. Jika Anda melihat rantai proteinnya, mereka punya semua asam amino esensial," ujar Sanchari Banerjee, salah satu peneliti kepada Times of India (25/7/2016).

Tidak hanya menjadi sumber kalori dan nutrisi, kristal protein juga bersifat time released. Ketika protein dicerna, kristal merilis lebih banyak protein dalam tingkat setara untuk meneruskan proses pencernaan.

Subramanian Ramaswamy selaku pemimpin penelitian mengatakan susu ini merupakan makanan komplet tinggi kalori. Penting diingat bahwa sumber protein padat ini tidak cocok untuk mereka yang ingin turunkan berat badan atau mereka yang konsumsi kalori hariannya sudah tinggi. Tetapi bagi mereka yang berjuang mendapat jumlah kalori harian, kristal protein susu dari kecoa ini bisa jadi cara cepat dan mudah mendapat kalori dan nutrisi.

"Proteinnya sangat stabil. Bisa menjadi suplemen protein luar biasa," ujar Ramaswamy.


Hingga sekarang belum ada rencana membuat susu kecoa menjadi produk komersial. Tetapi peneliti berencana menggunakan sistem ragi untuk mencoba memproduksi kristal secara massal.

Hal ini dilakukan untuk memenuhi tingginya permintaan susu seiring berkembangnya populasi. Banyak pihak berspekulasi serangga termasuk kecoa akan segera menjadi bagian pola makan banyak orang. Karena dunia kini berjuang di bawah tekanan produksi makanan konvensional.

Sumber: detik.com|editor: Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  • Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
  • Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
  • Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    02 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    03 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    04 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    05 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    06 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    07 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    08 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    09 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    10 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    11 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    12 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    13 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    14 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    15 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    16 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    17 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    18 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    19 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
    20 Evaluasi Kebijakan Indikasi Geografis, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Diskusi Strategis Nasional
    21 Catat Jadwalnya, Pasar Murah Pemprov Riau Digelar di 6 Kelurahan Pekanbaru
    22 Isu West Papua Diungkit di Sidang PBB ke- 81, Ketua BKSAP DPR RI Kecam PM Solomon
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat