Rabu, 30 September 2026 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti | Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi | Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai | RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
 
 
☰ Internasional
Gaya Presiden Filipina Habisi Pengedar Narkoba
Rabu, 13 Juli 2016 - 08:08:47 WIB
Pengedar narkoba ditembak mati di filipina Daily mail/mdc

FILIPINA, Suluhriau- Hari-hari ini adalah hari kelabu bagi para pengedar narkoba di Filipina. Rodrigo Duterte, presiden yang baru terpilih, sudah berjanji mengadakan perang melawan para pengedar, bandar, dan pemakai narkoba. Janji itu kini dibuktikannya dengan tindakan nyata.

Sejak terpilih menjadi presiden bulan lalu, saat ini sudah lebih 110 tersangka pengedar narkoba meregang nyawa oleh aparat kepolisian, seperti dikutip koran the Daily Mail, Selasa (12/7/2016).

Data mencatat sejak perintah Presiden Duterte diterapkan angka kematian para pengedar naik hingga 200 persen. Dalam enam bulan pertama dia menjamin perdagangan narkoba bisa dienyahkan. Media lokal menyebutkan, baru empat hari saja sejak Duterte jadi presiden sudah 12 tersangka bandar narkoba tewas diterjang timah panas aparat.

Bukan itu saja, presiden yang resmi menjabat pada 30 Juni itu juga mengajak warga sipil untuk membunuh para pengedar obat-obat terlarang dan menjanjikan memberi imbalan sejumlah uang.

"Kalau mereka ada di sekitar kalian, silakan hubungi kami, polisi atau lakukan sendiri kalau kalian punya senjata. Saya dukung kalian," kata dia di depan kerumunan massa bulan lalu, seperti dilansir koran the Straits Times.

"Kalau dia melawan sampai mati dan kalian bisa membunuhnya maka saya akan beri kalian medali," lanjut dia.

"Kalau dia mati, saya akan membayar lima juta peso (Rp 1,4 miliar) bagi gembong narkoba. Kalau masih hidup saya beri 4,999 juta peso saja," kata dia sambil tertawa.

Sejumlah foto yang beredar di Internet dan media massa memperlihatkan para pengedar narkoba tewas dibunuh dengan cara brutal.

Jasad seorang pengedar yang ditembak mati polisi di Manila terlihat seluruh kepalanya dibalut dengan plester dan di bagian dadanya ditaruh kertas kardus bertuliskan 'saya pengedar'.

Awal bulan ini saja sudah lima pengedar mati dalam baku tembak dengan polisi di Manila. Dalam penggerebekan itu polisi menemukan 200 gram methamphetamine, senjata api, dan sejumlah uang.

Jasad para pengedar terlihat bersimbah darah dan digotong di dalam plastik untuk ditaruh di dalam sebuah mobil van.

Pengacara pemerintah bahkan menyerukan agar aparat lebih banyak lagi membunuh para pengedar narkoba. Namun kalangan pembela hak asasi dan anggota parlemen menyesalkan cara brutal Duterte memerangi narkoba ini.

Pengacara pemerintah Jose Calida dua hari lalu menggelar jumpa pers menanggapi kritik dari kalangan yang tidak setuju cara Duterte membasmi narkoba. Dia mendukung tindakan tegas aparat membunuh para bandar narkoba di mana pun.

"Bagi saya, angka itu belum cukup. Berapa banyak pecandu narkoba atau pengedar di Filipina? Seluruh desa di negeri ini hampir dipenuhi narkoba," kata dia.

Filipina selama ini dikenal sebagai tempat persinggahan sindikat penjualan narkoba di Asia Tenggara. Angka penjualan narkoba di Filipina diperkirakan mencapai USD 8 miliar atau setara Rp 104,9 triliun.

"Kalau Anda terlibat narkoba, maaf saja. Saya harus meminta maaf kepada keluarga Anda karena Anda akan dibunuh," kata Duterte.

Pengacara pembela hak asasi terkenal Jose Manuel Diokno pekan lalu memperingatkan Duterte akan kebijakan brutalnya itu.

"Tindakan ini menerbitkan ledakan nuklir kekerasan yang di luar kendali dan menciptakan negara tanpa hakim," kata dia.

Menanggapi kritik semacam itu Duterte punya jawaban.

"Saya sudah melihat bagaimana korupsi menggerogoti dana pemerintah yang seharusnya untuk membantu kaum miskin. Saya sudah melihat bagaimana narkoba menghancurkan rakyat dan keluarga. Di lihat dari sudut pandang ini, tunjukkan di mana salah saya," kata dia.

Sumber: Merdeka.com|Editor: Jandri




 
Berita Lainnya :
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  • Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
  • Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
  • Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    02 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    03 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    04 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    05 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    06 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    07 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    08 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    09 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    10 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    11 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    12 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    13 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    14 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    15 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    16 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    17 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    18 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    19 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
    20 Evaluasi Kebijakan Indikasi Geografis, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Diskusi Strategis Nasional
    21 Catat Jadwalnya, Pasar Murah Pemprov Riau Digelar di 6 Kelurahan Pekanbaru
    22 Isu West Papua Diungkit di Sidang PBB ke- 81, Ketua BKSAP DPR RI Kecam PM Solomon
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat