Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Internasional
Sejak Awal 2016, ISIS Kehilangan 12 Persen Wilayah di Irak dan Suriah
Senin, 11 Juli 2016 - 17:25:22 WIB
Foto Int

DAMSKUS, Suluhriau- Wilayah yang dikuasai militan radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Suriah dan Irak dilaporkan semakin berkurang.

Hasil analisis menyebut ISIS kehilangan 12 persen wilayahnya hingga pertengahan tahun 2016 ini.

Analisis kelompok peneliti IHS yang dirilis Minggu (10/7), seperti dilansir AFP, Senin (11/7/2016), menyebutkan ISIS yang mendeklarasikan kekhalifahannya di sejumlah wilayah Suriah dan Irak sejak tahun 2014 lalu, mulai kehilangan wilayah setelah mengalami kekalahan akibat serangan udara koalisi pimpinan Amerika Serikat, tahun lalu.

"Tahun 2015, kekhalifahan ISIS menyusut sebesar 12.800 kilometer persegi, menjadi 78 ribu kilometer persegi, atau kehilangan 14 persen (wilayahnya)," sebut IHS dalam laporan hasil analisisnya.

"Dalam enam bulan pertama tahun 2016, wilayah mereka menyusut lagi sebesar 12 persen. Hingga 4 Juli 2016, ISIS menguasai setidaknya 68.300 kilometer persegi wilayah di Irak dan Suriah," imbuh IHS.

Di Suriah, ISIS tengah berada di bawah tekanan rezim pemerintahan Presiden Bashar al-Assad yang didukung militer Rusia dan juga aliansi Arab-Kurdi yang didukung koalisi pimpinan AS serta pasukan pemberontak Suriah. Sedangkan di Irak, pasukan militer yang didukung koalisi AS dan kelompok milisi pro-pemerintah berhasil mengalahkan sejumlah posisi ISIS.

Posisi ISIS di kota Manbij, Suriah, saat ini tengah terkepung. Posisi itu berada di jalur strategis yang menjadi rute suplai logistik antara Suriah dengan Turki.

Pada Maret lalu, ISIS berhasil dipukul mundur dari kota kuno Palmyra, Suriah dan pada Juni, ISIS diusir dari kota Fallujah, Irak. Tahun 2015 lalu, ISIS kehilangan wilayah penting Tal Abyad, yang terletak di antara perbatasan Suriah dengan Turki dan juga kehilangan kota Ramadi, Irak. Pada Mei lalu, Pentagon menyebut ISIS telah kehilangan 45 persen wilayahnya di Irak dan kehilangan 16-20 persen wilayah di Suriah.

Peneliti senior IHS, Columb Strack, menyebut menyusutnya wilayah ISIS ini kemungkinan besar berarti ISIS akan meningkatkan serangan yang memicu banyak korban jiwa. "Seiring menyusutnya wilayah kekhalifahan ISIS dan semakin jelas bahwa proyek pemerintahannya mereka gagal, kelompok ini tengah mengatur kembali prioritas mereka," sebutnya.

"Sayangnya, kami memperkirakan adanya peningkatan serangan yang memicu banyak korban jiwa dan sabotase infrastruktur ekonomi, di wilayah Irak dan Suriah, maupun wilayah lain, termasuk Eropa," imbuh Strack.

Tidak hanya wilayah yang menyusut, IHS juga menyebut pendapatan ISIS terus mengalami penurunan. Dari sekitar US$ 80 juta pada pertengahan tahun 2015, turun menjadi menjadi hanya US$ 56 juta pada Maret 2016.

sumber: detik.com|editor: Jandri






 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat