Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Nasional
Indonesia Tergantung Impor Sapi, Tapi Tercatat Sebagai Pengekspor Babi
Minggu, 12 Juni 2016 - 23:44:09 WIB

JAKARTA, Suluhriau- Indonesia saat ini masih sangat tergantung terhadap pasokan sapi bakalan dan daging sapi impor. Tingginya kebutuhan tidak dibarengi dengan kecukupan pemenuhan dari peternak sapi lokal.

Akibatnya, selalu muncul persoalan kenaikan harga saat permintaan tinggi seperti pada Bulan Ramadhan dan jelang Lebaran. Harga daging sapi saat ini di pasar dijual Rp 120.000-Rp130.000/kg, sedangkan pemerintah menargetkan harga daging sapi bisa di bawah Rp 80.000/kg.

Persoalan ini terus terulang sepanjang tahun, meskipun pemerintah baru-baru ini membuka keran impor daging sapi beku jenis secondary cut sebesar 23.200 ton untuk menurunkan harga.

Selain itu, pemerintah juga telah memberi jatah impor sapi bakalan selama selama 6 bulan atau triwulan I dan triwulan II 2016 kepada feedloater atau perusahaan penggemukan. Kuota impor yang telah diketok selama semester-I 2016 sebanyak 448.000 ekor sapi bakalan.

Faktanya, harga daging di pasar tradisional masih belum sesuai harapan pemerintah, meskipun ada sejumlah operasi pasar.

Uniknya, di saat kita ribut soal ketergantungan terhadap sapi dan daging sapi impor, Indonesia tercatat sebagai salah satu negara pengekspor babi. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia pada Bulan Januari 2016 telah mengekspor babi dengan nilai US$ 5 juta (naik 12,84% dibandingkan Desember 2015).

Hal ini dibenarkan oleh Dirjen Peternakan, Kementerian Pertanian (Kementan), Muladno.

"Betul (Indonesia negara pengekspor) dan sudah lama," kata Muladno dilansir detik.com, Minggu (12/6/2016).

Indonesia Punya Pulau Khusus Peternakan Babi

Lanjut Muladno, Indonesia memiliki basis produksi babi yang salah satunya berlokasi di Pulau Bulan. Lokasinya berdekatan dengan Pulau Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Pulau yang dikenal dengan nama Pulau Babi ini telah menjadi basis pengembangan babi sejak 1986. Negara tujuan ekspor ialah Singapura. Di sini ada sebuah perusahaan yang beroperasi mengelola peternakan babi secara korporasi.

"Ada, namanya Pulau Bulan. Isinya babi saja dalam satu pulau itu," ujar Muladno.

Belajar dari bisnis peternakan babi seperti di Pulau Babi yang terkelola dengan baik, Kementan optimis bisa menerapkan hal sejenis pada peternakan sapi lokal. Muladno mengaku ke depan Indonesia bisa menjadi pengekspor atau paling tidak mandiri dalam memenuhi kebutuhan daging sapi.

"Harus bisa dan InsyaAllah pasti bisa. Kita planning sebaik-baiknya," jelasnya. (dtc)




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat