Rabu, 30 September 2026 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti | Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi | Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai | RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
 
 
☰ Internasional
Sejak Membelot 1998, Bibi Pemimpin Korut Tinggal di Amerika Serikat
Sabtu, 28 Mei 2016 - 17:00:14 WIB
Bibi Kim Jong Un bersama suaminya tengah berada di Times Square, New York (Yana Paskova/For The Washington Post | dikutip dari detik.com)

NEW YORK, Suluhriau- Bibi pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un ternyata tinggal di Amerika Serikat sejak lama. Membelot dari Korut sejak tahun 1998, wanita bernama Ko Yong Suk ini mengelola bisnis dry-cleaning di AS.

Dalam laporannya, seperti dilansir AFP, Sabtu (28/5/2016), media AS The Washington Post menyebut Ko Yong Suk sebagai saudara perempuan Ko Yong Hui, salah satu istri mendiang Kim Jong Il dan ibu kandung dari Kim Jong Un, yang kini memimpin Korut. Ko kini tinggal bersama suami dan ketiga anaknya dengan nama samaran di suatu lokasi di AS.

The Washington Post mewawancarai Ko dan suaminya, Ri Gang, di New York City dan juga di kediaman mereka yang disebut berjarak beberapa jam dari New York. Dekat dengan rezim Korut semasa dipimpin Kim Jong Il, pasangan ini dikirim ke Swiss untuk merawat keluarga Kim yang mengenyam pendidikan di negara itu, termasuk Kim Jong Un.

"Dia (Kim Jong Un) bukan pembuat masalah, tapi dia mudah marah dan kurang toleran. Ketika ibunya memarahinya agar tidak banyak bermain dan karena tidak belajar, dia tidak langsung melawan tapi dia melakukan protes dengan cara lain, semacam mogok makan," sebut Ko yang berusia sekitar 60 tahun ini.

Ko menyebut Kim Jong Un sebenarnya lahir tahun 1984, bukan tahun 1982 atau 1983 seperti diyakini banyak pihak. Itu berarti Kim Jong Un baru berusia 27 tahun ketika mengambil alih kepemimpinan dari ayahnya tahun 2011 lalu. Disebutkan Ko, putranya lahir pada tahun yang sama dengan Kim Jong Un dan keduanya sering bermain bersama semasa kecil.

"Dia (Kim Jong Un) dan putra saya teman main sejak lahir. Saya yang mengganti popok keduanya," klaim Ko kepada The Washington Post.

Menurut Ko, Kim Jong Un sudah menyadari sejak tahun 1992 bahwa dirinya kelak akan menjadi pemimpin Korut. Pertanda itu datang saat ulang tahun Kim Jong Un yang ke-8 ketika dia menerima seragam jenderal dan para petinggi militer Korut membungkuk padanya.

Tidak diyakini secara pasti alasan Ko membelot ke AS, namun dia mengaku mendatangi Kedutaan Besar AS di ibukota Bern, Swiss bersama suaminya pada tahun 1998. Saat itu, Kim Jong Un berusia 14 tahun dan kakaknya, Kim Jong Chol berusia 17 tahun, mulai beranjak dewasa. Situasi semakin mengkhawatirkan setelah saudara perempuan Ko atau ibunda Kim Jong Un divonis kanker payudara. Ibunda Kim Jong Un meninggal tahun 2004.

The Washington Post menyebut, saat itu Ko dan suaminya mulai menyadari mereka tidak akan lagi dibutuhkan oleh rezim Korut dan khawatir kehilangan status istimewanya. Para pakar menyebut, pasangan itu khawatir dengan posisi dan keselamatan mereka usai ibunda Kim Jong Un meninggal.

Oleh Kedubes AS, pasangan ini kemudian diinterogasi selama beberapa bulan lamanya, sebelum akhirnya terbang ke AS dan memulai kehidupan baru di sana. Mereka menggunakan nama samaran dan membeli rumah dengan bantuan finansial dari Badan Intelijen AS (CIA).

"Teman-teman saya di sini menyebut saya beruntung, karena saya punya segalanya," ucap Ko, yang kini tinggal di sebuah rumah dua lantai yang cukup besar dengan dua mobil terparkir di halamannya. Bersama suaminya, dia mengelola bisnis dry-cleaning.

Ketiga anak Ko mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi dan kini telah bekerja. Ko mengaku dirinya dan sang suami menjalin hubungan dengan CIA, yang menganggap pasangan ini sebagai sumber informasi intelijen soal Korut. Namun suami Ko, Ri menegaskan mereka sama sekali tidak tahu rahasia intelijen Korut karena hanya ditugasi merawat dan membesarkan anak-anak mendiang Kim Jong Il selama di Swiss.

Terkadang, sebut pasangan ini, agen CIA mendatangi mereka untuk menunjukkan foto warga Korut dan menanyakan identitas orang-orang itu. CIA menolak menanggapi klaim Ko dan suaminya itu. Beberapa klaim pasangan ini bisa diverifikasi namun sebagian sulit dikonfirmasi dan dirasa tidak lengkap.

"Mereka (CIA) pikir kami tahu sejumlah rahasia, tapi kami tidak tahu apa-apa. Kami hanya merawat dan membantu anak-anak mereka belajar," tegas Ri. Pasangan ini sangat berhati-hati berkomentar soal keponakan mereka yang mereka panggil sebagai 'Marshal Kim Jong Un'.

Sumber: detik.com | Editor Jandri






 
Berita Lainnya :
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  • Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
  • Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
  • Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    02 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    03 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    04 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    05 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    06 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    07 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    08 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    09 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    10 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    11 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    12 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    13 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    14 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    15 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    16 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    17 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    18 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    19 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
    20 Evaluasi Kebijakan Indikasi Geografis, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Diskusi Strategis Nasional
    21 Catat Jadwalnya, Pasar Murah Pemprov Riau Digelar di 6 Kelurahan Pekanbaru
    22 Isu West Papua Diungkit di Sidang PBB ke- 81, Ketua BKSAP DPR RI Kecam PM Solomon
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat