Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Gaya Hidup
Dokter: Nasi yang Didinginkan di Kulkas Baik untuk Diabetesi, Ini Jelasnya...
Sabtu, 28 Mei 2016 - 16:46:20 WIB
Ilustrasi

SULUHRIAU- Nasi merupakan salah satu makanan yang menjadi favorit orang, tak terkecuali pasien diabetes. Untuk bisa mengonsumsi nasi putih, ada cara yang bisa dilakukan para diabetesi, yakni dengan mendinginkannya di dalam lemari es.

Seperti disampaikan oleh peneliti dari Wageningen University, Belanda, Prof Edith Feskens, bahwa nasi yang lengket atau dimasak lama, memiliki indeks glikemik (IG) yang lebih tinggi dibandingkan dengan nasi yang kering.

"Ya, nasi yang lunak dan terlalu pulen memiliki indeks glikemik yang lebih tinggi, jika dibandingkan dengan nasi yang sudah kering atau dimasak kering," tutur Prof Edith, dalam kuliah umum yang diadakan di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Baca juga: Studi: Diabetes Tipe 2 Dipicu Kegagalan Fungsi Sel Beta pada Pankreas

Hal serupa juga disampaikan oleh dr Fiastuti Witjaksono, MSc, MS, SpGK dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Menurutnya, jenis dan proses pemasakan nasi memang sangat memengaruhi kandungan IG yang dimilikinya.

"Makin pulen nasi dan makin penampakannya seperti bubur, itu IG-nya makin tinggi. Pasien diabetes tidak dianjurkan makan nasi yang seperti itu. Nasi seperti ini proses penyerapannya di dalam tubuh jadi cepat," tutur dr Fiastuti.

Ia melanjutkan, untuk lebih aman pasien diabetes bisa memilih nasi beras merah, atau nasi putih yang dimasaknya tidak terlalu pulen.

"Mahasiswa bimbingan saya meneliti bahwa nasi yang disimpan di kulkas dan dihangatkan sebelum dimakan itu IG-nya lebih rendah, dibandingkan nasi yang tidak disimpan dalam kulkas," imbuhnya.

Menurut dr Fiastuti, nasi yang disimpan di dalam kulkas biasanya menjadi lebih keras, ini karena ada suatu proses yang pada akhirnya membuat IG pada nasi tersebut menjadi lebih rendah.

"Tapi ingat, nasinya harus disimpan di kulkas lho ya, kalau tidak disimpan di dalam kulkas kan jadi bau. Itu nasi basi namanya. Bukan yang seperti itu yang saya maksud. Nasi ini bisa dianjurkan untuk pasien diabetes," terang dr Fiastuti. (dtc,jan)



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat