Sabtu, 03 Oktober 2026 Bupati Ahmad Yuzar Tinjau Rumah Batik, Dorong Perlindungan Motif Khas Kampar | Bejat, Mantan Kepsek di Tambang Cabuli Lebih 20 Murid SD | Kapolres Kampar Pimpin Sertijab Kapolsek Kampar Kiri, Kompol Nurman Gantikan Kompol Rusyandi | Kemenkum Riau Sosialisasikan dan Dampingi Pendaftaran Hak Cipta Pelaku Kreatif di Kampar | PWI Go Digital, 40 Website Daerah Terhubung ke http://PWI.or.id | Lepas Kontingen PORSADIN Tingkat Provinsi, Kakan Kemenag Pelalawan Ingatkan Pentingnya Mental Juara
 
 
☰ Gaya Hidup
Hati-hati, Tambahkan Air pada ASI Bisa Sebabkan Kematian Anak
Minggu, 08 Mei 2016 - 19:25:15 WIB
Asi Perah.

Suluhriau- ASI atau air susu ibu merupakan asupan yang paling sempurna bagi bayi yang baru saja dilahirkan. Akan tetapi, ASI yang 'diakali' dengan penambahan air justru dapat menyebabkan kematian pada anak.

Kasus kematian pada bayi akibat campuran air dan ASI pernah terjadi pada anak dari George Landell (26) dan Lauren Heather Frusted (25). Kedua orang tua baru ini sengaja mencampurkan air putih ke dalam ASI yang telah diperah sebelum diberikan kepada bayi mereka. Keduanya berpikir, penambahan air pada ASI yang telah diperah dapat memperbanyak volume susu yang akan diminum oleh bayi mereka.

Sayangnya, penambahan air pada ASI justru menyebabkan kadar elektrolit dalam tubuh sang bayi terkuras habis. Terkurasnya elektrolit dalam tubuh menyebabkan otak sang bayi malang tersebut membengkak. Kerusakan parah pada otak ini kemudian menyebabkan sang bayi meninggal dalam usia yang baru menginjak 10 minggu.

Akibat dari insiden ini, kedua orang tua muda tersebut harus mempertanggungjawabkan kelalaian mereka di hadapan hukum. Landell didakwa dengan tuduhan pembunuhan sadis sedangkan Frusted didakwa dengan tuduhan penyiksaan anak tingkat satu dan dua.

Dari kejadian memilukan ini, ahli anak Marlee Harris memperingatkan orang tua untuk tidak memberikan air putih pada anak. Bayi, lanjut Harris, baru diperbolehkan meminum air putih ketika sudah berusia enam bulan ke atas.

Para ahli pun mengatakan bahwa ASI tidak perlu diencerkan dengan campuran cairan apa pun. Pasalnya, ASI telah memiliki kandungan gizi yang ideal bagi pertumbuhan bayi. Tidak ada alasan medis apa pun yang memperbolehkan penambahan cairan pada ASI. WIC Idaho juga telah memberikan peringatan bahwa menambahkan air pada ASI dapat melenyapkan kandungan gizi yang terkandung pada ASI.

"Bayi tumbuh dengan cepat dan ASI atau susu formula bayi lainnya telah didesain untuk memenuhi kebutuhan spesifik, kebutuhan kalori dan kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan bayi. Ketika ASI atau makanan bayi diencerkan, makan nilai-nilai tersebut akan menurun," jelas Harris.

Sumber: republika.co.id




 
Berita Lainnya :
  • Bupati Ahmad Yuzar Tinjau Rumah Batik, Dorong Perlindungan Motif Khas Kampar
  • Bejat, Mantan Kepsek di Tambang Cabuli Lebih 20 Murid SD
  • Kapolres Kampar Pimpin Sertijab Kapolsek Kampar Kiri, Kompol Nurman Gantikan Kompol Rusyandi
  • Kemenkum Riau Sosialisasikan dan Dampingi Pendaftaran Hak Cipta Pelaku Kreatif di Kampar
  • PWI Go Digital, 40 Website Daerah Terhubung ke http://PWI.or.id
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bupati Ahmad Yuzar Tinjau Rumah Batik, Dorong Perlindungan Motif Khas Kampar
    02 Bejat, Mantan Kepsek di Tambang Cabuli Lebih 20 Murid SD
    03 Kapolres Kampar Pimpin Sertijab Kapolsek Kampar Kiri, Kompol Nurman Gantikan Kompol Rusyandi
    04 Kemenkum Riau Sosialisasikan dan Dampingi Pendaftaran Hak Cipta Pelaku Kreatif di Kampar
    05 PWI Go Digital, 40 Website Daerah Terhubung ke http://PWI.or.id
    06 Lepas Kontingen PORSADIN Tingkat Provinsi, Kakan Kemenag Pelalawan Ingatkan Pentingnya Mental Juara
    07 Wantimpres Resmi Dilantik, 26 Tokoh Termasuk Rocky Gerung dan Quraish Shihab
    08 Siap Hadapi Penilaian IRH 2027, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pendampingan Pemda
    09 Harmonisasi 4 Ranperbup Siak, Kemenkum Riau Perkuat Kepastian Regulasi Pajak dan Retribusi Daerah
    10 'PASTI ADA SOLUSI'' Episode 19, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Pengaduan Pelayanan Publik
    11 Residivis Narkoba di Perhentian Raja Ditangkap, 11 Paket Sabu Disita
    12 Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Bekuk Pengedar 122 Pil Ekstasi di Parkiran Hotel
    13 Terungkap Dalam Sidang Tipikor, Saksi Ungkap Suhardiman Bahas Land Cruiser Jelang Penetapan Sekda
    14 Inflasi Riau September 2026 2,79 Persen, Dipicu Perawatan Pribadi dan Transportasi
    15 Evaluasi Tarif Paten dan Hak Cipta, Kanwil Kemenkum Riau Dukung Layanan KI Lebih Inklusif
    16 Kanwil Kemenkum Riau Monitoring Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Warga Binaan di Rutan Pekanbaru
    17 Usai Upacara Hari Kesaktian Pancasula, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Pidato Kebangsaan Via Virtual
    18 Prabowo Lantik Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Bergeser ke KSP, Ini Daftar Lengkap Posisi Pejabat
    19 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    20 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    21 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    22 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat