Rabu, 30 September 2026 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti | Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi | Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai | RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
 
 
☰ Kesehatan
Pasien Diabetes Sering Kram dan Kesemutan, Waspadai Gejala Neuropati
Minggu, 24 April 2016 - 15:43:15 WIB

JAKARTA, Suluhriau- Jika Anda pasien diabetes, pernahkah tiba-tiba merasakan kram atau kesemutan?

Jika ya, baiknya jangan diabaikan karena itu adalah salah satu gejala neuropati. Apa itu neuropati?

Disampaikan dr Manfaluthy Hakim Sp.S dokter ahli saraf dari RSCM FKUI, 80 persen pengidap diabetes pada umumnya mengidap neuropati. Risiko neuropati sendiri meningkat  pada orang berusia tua, menderita diabetes, wanita hamil, hipertensi, merokok, mengonsumsi alkohol, atau ada riwayat pada keluarga.

Gejalanya adalah kram, kesemutan dan kaki mengkilat. Pria yang akrab disapa dr Luthy mengatakan neuropati adalah komplikasi terbesar yang dapat dialami orang dengan diabetes. Adapun neuropati sendiri bisa diamati pada kaki pengidap diabetes di mana kakinya biasanya menghitam dan kering.

"Penyebab neuropati adalah penuaan, mengidap diabetes, defisiensi vitamin B, dan infeksi suatu penyakit,"  ujar dr Luthy di Jakarta, Minggu (24/4/2016).

Ia menambahkan, tidak mudah menemukan penyebab neuropati. Tapi jika faktor risikonya sudah diketahui. Maka, orang dengan neuropati bisa cepat sembuh. Misalnya saja, pengobatan pada pasien diabetes bisa dilakukan dengan menjaga kadar gula darah. Sedangkan bagi orang yang memiliki defisiensi vitamin B dapat mengonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin B seperti ikan, daging, dan hati.

Jika neuropatinya karena posisi kerja yang tidak baik, misal sering membungkuk, atau mengetik, maka ubahlah kebiasaan itu, demikian disampakian dr Luthy.

"Menghilangkan atau mengendalikan penyebabnya dan pengobatan ada baiknya jangan dilakukan setelah (kondisi) berat, lakukan sedini mungkin. Konsumsi makanan yang mengandung vitamin B. Jaga agar kerusakan tidak terjadi," tambahnya.

Nah, dr Luthy juga menjelaskan bahwa kerusakan atau gangguan saraf tepi dialami oleh pengidap neuropati dalam beberapa tahapan. Pertama, tahap gangguan pada fungsi saraf. Gangguan ini sifatnya sementara dan dapat kembali pulih ke keadaan normal. Gejalanya biasanya adalah kesemutan, bisa terjadi saat bersila misalnya, terjadi penjepitan saraf dan akhirnya kesemutan.

"Tahap kedua adalah gangguan pada struktur. Penipisan selaput saraf membuat kondisi baal, jadi misalnya ditusuk jarum, akan tetap merasa sakit, tetapi rasa sakitnya berkurang dan terasa ada yang berbeda. Tahap ketiga adalah tahap kerusakan yang lebih berat. Kerusakan ini  membuat pengidap neuropati mati rasa, sampai dibakar pun tidak akan terasa,"

Dikatakan dr Luthy bahwa tahap empat adalah yang paling berat. Pada tahap ini terjadi kelemahan pada saraf motorik di mana kegiatan memegang gelas saja bisa membuat gelas jatuh. Hal ini disebabkan otot gerak sudah melemah.

"Walaupun neuropati biasanya terjadi pada lansia, tidak menutup kemungkinan terjadi pula pada orang  muda. Adapun penyebab kondisi neuropati bisa terjadi misalnya adalah diet yang tidak benar, kegemukan, atau sangat suka mengonsumsi penyedap rasa," tutup dr Luthy. (dtc)




 
Berita Lainnya :
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  • Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
  • Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
  • Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    02 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    03 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    04 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    05 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    06 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    07 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    08 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    09 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    10 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    11 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    12 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    13 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    14 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    15 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    16 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    17 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    18 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    19 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
    20 Evaluasi Kebijakan Indikasi Geografis, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Diskusi Strategis Nasional
    21 Catat Jadwalnya, Pasar Murah Pemprov Riau Digelar di 6 Kelurahan Pekanbaru
    22 Isu West Papua Diungkit di Sidang PBB ke- 81, Ketua BKSAP DPR RI Kecam PM Solomon
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat