Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Peristiwa
Dari Seminar & Workshop Bidan Delima IBI
Bidan Perlu Meningkatkan Pemahaman Asuhan Kebidanan
Minggu, 17 April 2016 - 20:33:08 WIB

BENGKALIS, Suluhriau- Pelaksana Tugas Asisten Tata Praja Pemkab Bengkalis, Hj Umi Kalsum mengatakan, penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan tolak ukur dalam menilai kesehatan suatu daerah dan bangsa.

Karenanya, imbuh istri mantan Kaban Kesbangpol Bengkalis ini, masih menjadi prioritas program pembangunan kesehatan di Indonesia, tidak terkecuali di kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini.
Melalui pelaksanaan berbagai program kesehatan, pemerintah dan termasuk Pemkab Bengkalis, terus dan berupaya keras  menurunkan AKI dan AKB.

"Untuk Kabupaten Bengkalis, program itu diantaranya mendekatkan, pelayanan kesehatan kepada masyarakat, menempatkan bidan di desa, meningkatkan program Keluarga Berencana agar ibu hamil makin berkurang dan komplikasi kian menurun, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," jelas Cik Umi, begitu dia akrab disapa.

Membacakan sambutan tertulis Bupati Bengkalis Amril Mukminin, Umi Kalsum mengatakan itu ketika membuka seminar dan workhop kebidanan yang ditaja Pengurus Cabang Bengkalis Ikatan Bidan Indonesia, Minggu (17/4/2016).

Seminar dan workshop Bidan Delima Ikatan Bidan Indonesia (IBI)cabang Bengkalis Kegiatan yang mengambil tema 'Tingkatan Kualitas Asuhan Kebidanan untuk Menurunkan AKI dan AKB' itu,dengan jumlah peserta 258 bidan yang terdiri dari Bidan Pemerintah baik PNS maupun PTT serta Bidan Prektek Swasta,selama 2 hari, dengan menghadirkan nara sumber Dr. Fadler Spog. Der. Ardi Budi Dharma SPA.

Rita Puspa SKM. MP. Bidan Linda Am.Keb.Dinas Kesehatan Bengkalis dan Fasilitator Bidan Delima, dilaksanakan di Pantai Marina Hotel, Bengkalis.
Tampak hadir Plt, Asisten Tata Praja Pemkab Bengkalis, Hj Umi Kalsum,Ketua IBI Bengkalis Hj. Sovia Yanti, A.Md.Keb. Dinas Kesehatan yang diwakili Kabid Pelayanan Kesehatan Rita Puspita.Pengurus Bidan Delima serta Fasilitator Bidan Bengkalis dan Duri, Nara Sumber serta Tamu undangan. 

Masih kata Umi Kalsum, pelaksanaan berbagai program kesehatan itu sangat membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten agar dapat mencapai tujuannya, tidak terkecuali bidan.

Bidan, menurutnya, berperan penting sebagai ujung tombak atau orang yang berada di garis terdepan karena merupakan tenaga kesehatan yang berhubungan langsung dengan wanita dan bayi sebagai salah satu sasaran program."Karna itu, bidan perlu senantiasa meningkatkan kompetensinya.

Salah satunya dengan meningkatkan pemahaman asuhan kebidanan mulai dari wanita hamil hingga nifas serta asuhan kebidanan untuk kesehatan bayi. Bidan sebagai pemberi asuhan kebidanan memiliki posisi strategis untuk berperan dalam upaya percepatan penurunan AKI dan AKB," katanya.

Sementara itu, Bupati Amirul Mukminin dalam sambutan tertulis yang dibaakan Sisten Tata Praja Umi Kalsum mengatakan, mengutip Kementerian Kesehatan, Bupati Bengkalis Amril Mukminin mengatakan, asuhan kebidanan adalah penerapan fungsi dan kegiatan yang menjadi tanggungjawab dalam memberikan pelayanan kepada klien yang mempunyai kebütuhan masalah dalam bidang kesehatan ibu hamil, masa persalinan, masa nifas, bayi setelah lahir serta keluarga berencana.

Sedangkan menurut ruang lingkupnya, asuhan kebidanan adalah asuhan yang diberikan seorang bidan kepada remaja putri, wanita pra nikah, ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, bayi baru lahir, bayi dan balita, menopause, dan wanita dengan gangguan reproduksi.
Sementara berdasarkan jenisnya, asuhan kebidanan terdiri dari asuhan kebidanan pada ibu hamil, pada ibu bersalin, pada ibu nifas, pada bayi baru lahir, pada neunatus dan Balita, pada pelayanan Keluarga Berencana, serta asuhan kebidanan pada wanita dengan gangguan reproduksi.

Kesemua jenis asuhan kebidanan yang diberikan seorang bidan terhadap kliennya, menurut Amril, memiliki korelasi langsung dengan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

"Begitu juga kualitas asuhan kebidanan yang diberikan. Semakin baik asuhan kebidanan yang diberikan seorang bidan pada kliennya, maka akan semakin kecil pula kemungkinan terjadinya kematian ibu dan bayi," kata Amril. (las)




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat