Mahasabha XIII PHDI Digelar di Jakarta, Kepala Pura Jagatnatha Pekanbaru Bawa Pesan Kerukunan Rabu, 07/10/2026 | 15:18
Pinandita Kawit, S.Ag (Foto: suluhriau.com)
SULUHRIAU, Pekanbaru— Pesan tentang pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama menjadi salah satu perhatian yang akan dibawa Kepala Pura Agung Jagatnatha Pekanbaru, Pinandita Kawit, S.Ag, dalam Mahasabha XIII Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) di Jakarta.
Mahasabha XIII PHDI dijadwalkan berlangsung pada 8–11 Oktober 2026 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta. Forum nasional tersebut menjadi momentum penting bagi umat Hindu untuk membahas arah organisasi dan berbagai program keumatan dalam lima tahun mendatang.
Salah satu agenda utama Mahasabha adalah memilih kepengurusan PHDI Pusat untuk periode 2026–2030. Selain persoalan organisasi, forum ini juga menjadi ruang untuk merumuskan sejumlah langkah strategis yang berkaitan dengan kehidupan dan pembinaan umat Hindu di Indonesia.
Kawit mengatakan, sedikitnya lima utusan atau pengurus organisasi keagamaan Hindu dari Riau dijadwalkan mengikuti kegiatan nasional tersebut.
Menurut dia, Mahasabha XIII tidak hanya akan dihadiri jajaran PHDI. Sejumlah organisasi kemasyarakatan Hindu tingkat nasional juga dijadwalkan ambil bagian dalam forum tersebut.
Di antaranya Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI), Prajaniti, Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah), Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), Ikatan Cendekiawan Hindu Indonesia (ICHI), serta organisasi lainnya.
Selain itu, pimpinan 14 Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu (PTKH) dan pembina rohani dari berbagai instansi pemerintah juga dijadwalkan hadir.
Kawit yang juga Ketua Walaka Hindu di Riau menilai keberadaan berbagai unsur tersebut membuat Mahasabha memiliki ruang pembahasan yang cukup luas. Tidak hanya menyangkut kepentingan internal organisasi, tetapi juga arah pembinaan umat dan kontribusi umat Hindu dalam kehidupan berbangsa.
“Isu sentral dan program yang dibahas pada intinya adalah bagaimana kita memelihara umat dengan sebaik-baiknya untuk kemajuan umat,” kata Kawit, Rabu (7/10/2026).
Namun, bagi Kawit, perhatian terhadap kehidupan umat tidak dapat dipisahkan dari persoalan kerukunan. Sebagai anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Pekanbaru, ia berencana menyampaikan pentingnya terus merawat hubungan harmonis antarumat beragama.
Ia berpandangan, toleransi bukan sekadar membiarkan umat lain menjalankan keyakinannya, tetapi juga diwujudkan melalui sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan.
“Pandangan umat Hindu tentang toleransi sangat penting. Kita saling menghormati dan saling menghargai. Itulah toleransi dengan semua agama, sekaligus bagaimana kita membangun moderasi antarumat beragama,” ujarnya.
Menurut Kawit, semangat tersebut penting terus digaungkan, terutama di tengah masyarakat Indonesia yang memiliki keragaman agama, budaya, dan tradisi.
“Kita akan gaungkan bahwa yang penting adalah saling menghormati,” katanya.
Menjaga Kerukunan dari Lingkungan Terkecil
Kawit mencontohkan kondisi kehidupan umat Hindu di Pekanbaru yang jumlahnya relatif kecil dibandingkan umat beragama lainnya. Berdasarkan keterangannya, populasi umat Hindu di Kota Pekanbaru berkisar 300 jiwa.
Meski jumlahnya tidak besar, ia menilai keberadaan umat Hindu tetap memiliki peran dalam menjaga suasana kehidupan masyarakat yang rukun.
“Dengan jumlah ini, hendaknya kita tetap bisa menjaga toleransi, bukan sebaliknya,” ujarnya.
Bagi Kawit, kerukunan tidak ditentukan oleh besar kecilnya jumlah penganut suatu agama. Justru dalam masyarakat yang majemuk, sikap saling menghormati menjadi fondasi penting agar setiap umat dapat menjalankan kehidupan keagamaannya secara aman dan berdampingan.
Pesan tersebut dinilai relevan untuk dibawa ke forum Mahasabha karena keputusan yang lahir dari forum nasional PHDI diharapkan tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga memberi dampak lebih luas bagi kehidupan umat dan masyarakat.
Kawit berharap seluruh rangkaian Mahasabha XIII PHDI berjalan lancar dan menghasilkan keputusan strategis yang mampu menjawab kebutuhan umat Hindu sekaligus memperkuat kontribusi umat bagi bangsa dan negara. (***)