☰ Religi Petuah Ramadhan DR H Ahmad Supardi Puasa dalam Berbagai Perspektif Minggu, 17/03/2024 | 10:32
DR H Ahmad Supardi Hasibuan M.A
IBADAH Puasa Ramadhan, merupakan ibadah sangat mulia yang disyariatkan bagi umat Islam, termasuk bagi umat-umat sebelum umat Islam.
Melihat luasnya cakupan kewajiban ibadah ini, dapat dipastikan bahwa ibadah puasa ini memiliki manfaat dan tujuan yang luar biasa bagi pelakunya.
Presfektif Tujuan
Tujuan paling utama dari ibadah puasa Ramadhan adalah mengantarkan orang-orang yang melaksana-kannya untuk meraih derajat tertinggi di sisi Allah SWT, yaitu mengpapai derajat insan muttaqien (orang yang bertaqwa).
Derajat ini dicapai bukan dengan cara sekali menuangkan air langsung jadi kopi. Tetapi ia menuntut berbagai persyaratan dasar yang harus dipenuhi setiap manusia. Sebutlah misalnya, sikap sabar, syu- kur, istiqamah, ikhlas, zuhud, wara, tawadlu, tawakal, dan ma’rifat. Sikap inilah kelak dapat mengantar sese- orang pada derajat taqwa seperti firman-Nya:
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (Q.S. Al-Baqarah : 183),
Perspektif Manfaat
Ibadah Puasa Ramadhan, memiliki manfaat yang luar bias bagi umat manusia, sampai-sampai ada ahli kesehatan yang menyatakan bahwa puasa adalah sistem pengobatan modern, sebab puasa memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan umat manusia.
Oleh karenanya, manfaat ibadah puasa bagi kesehatan merupakan salah satu bukti kebenaran tentang aturan syariat agama islam yang diperuntukkan bagi keseluruhan umatnya di dunia.
Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa semua ajaran agama yang diturunkan oleh Allah SWT kepada hamba-Nya, memiliki hikmah yang sangat besar bagi umatnya, sehingga sungguh benar firman Allah yang menyatakan bahwa tidak ada satupun ciptaan Tuhan di muka bumi ini yang sia-sia.
Sebahagian dari manfaat melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, termasuk tentunya ibadah-ibadah puasa sunnah lainnya, adalah manfaatnya yang sangat besar bagi kesehatan diri pelakunya, di samping tentunya sangat banyak manfaatnya di luar kesehatan.
Dalam konteks ini, penulis akan meng- uraikan beberapa manafaat daripada ibadah puasa Ramadhan bagi kesehatan seseorang, diantaranya adalah sebagai berikut:
Pertama, ibadah puasa membantu dalam proses menurunkan kadar gula darah yang melebihi dari standar normal kesehatan, menurunkan kolesterol yang terlalu tinggi, mengobati sakit magh baik yang sedang maupun yang akut, dan juga mengendalikan tekanan darah yang tidak normal.
Beberapa penyakit yang disebutkan ini adalah termasuk pe-nyakit-penyakit masyarakat modern, yang ditimbulkan oleh pola makan yang tidak sehat, termasuk oleh makanan itu sendiri, yang telah dipenuhi dengan zat-zat kimiawi, yang sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh.
Penyakit ini biasanya melanda masyarakat perkotaan, namun pada kenyataannya saat ini, telah juga melanda masyarakat pedesaan. Penyakit ini bisanya melanda orang-orang kaya, namun saat ini juga telah melanda masyarakat miskin.
Kesemua ini dapat diatasi dengan berpuasa. Riset ilmiah membuktikan bahwa puasa mampu menhilangkan asam lambung dan berbagai gang- guan perut lainnya. Sebab, sumber penyakit memang adanya di perut itu.
Kedua, membersihkan usus-usus dari lemak-lemak yang merusak, memperbaiki kerja pencer- naan akibat rusak karena tidak pernah berhenti bekerja sepanjang tahun, membersihkan tubuh dari sisa-sisa dan endapan makanan yang dapat merusak kesehatan, mengurangi kegemukan, kelebihan berat badan dan kelebihan lemak baik di perut maupun dalam diri secara umum.
Pembersihan usus, pengistirahatan pencernaan, sangat diperlu- kan oleh manusia, setidaknya sekali dalam setahun. Melalui ibadah puasa, maka usus akan bersih, pen- cernaan akan istirahat, sehingga badan akan sehat kembali.
Ketiga, manfaat puasa terhadap fungsi dan kesehatan otak. Dijelaskan bahwa pada dasarnya synapsis (jaringan/koneksi otak) dapat berkembang berdasarkan faktor lingkungan, kejiwaan, dan makanan yang dikomsumsi oleh seseorang.
Dengan berupaya secara maksimal mengatur cara makanan, serta senantiasa berpikir positif, berpikir optimis, serta tawadhu’ dan berbuat secara ikhlas, maka sangat besar manfaatnya terhadap fungsi otak.
Keempat, puasa merupakan terapi detoksifikasi yang paling tua dalam sejarah peradaban manusia. Dengan puasa, berarti kita membatasi kalori yang masuk dalam tubuh kita sehingga hal ini akan menghasilkan enzim antioksidan yang dapat membersihkan zat-zat yang bersifat racun dari dalam tubuh.
Kelima, dengan berpuasa akan mendorong peremajaan dan juga pergantian sel-sel tubuh yang rusak dengan yang baru. Sehingga sel- sel tubuh akan mengalami proses peremajaan yang lebih cepat daripada biasanya.
Perspektif Hikmah
Seperti disebutkan dalam pembahasan awal, bahwa setiap ajaran yang diwajibkan Allah SWT kepada hamba-Nya, dapat dipastikan mengandung hikmah yang luar biasa, hanya saja ada hikmah yang diketahui dan banyak hikmah yang tidak diketahui.
Dalam konteks inilah maka pengkajian dan penelitian tentang dampak positif dari setiap ibadah, mutlak diperlukan, sehingga menambah keyakinan umat akan kebenaran ajaran agama Islam itu sendiri, disamping dalam rangka mengembangkan ilmu pengetahuan, sebab hanya dengan pengkajian dan penelitianlah, maka ilmu pengetahuan akan berkembang.
Diantara sekian banyak hikmah dari ibadah puasa Ramadhan, sebahagian diantaranya adalah sebagai berikut :
Pertama, melemahkan, mengontrol, mengendalikan dan mematahkan nafsu yang cenderung untuk menjherumuskan umat manusia dari rel yang ditentukan oleh Allah SWT.
Karena berlebihan, baik dalam makan maupun minum serta menggauli isteri, bisa mendorong nafsu berbuat kejahatan, enggan mensyukuri nikmat serta mengakibatkan kelengahan.
Nafsu sangat dibutuhkan oleh manu- sia, sebab dengan nafsu hidup lebih bermakna. Sebagai contoh, jika nafsu makan hilang, maka badan akan loyo dan semangat hidup semik berkurang atau malah tak ada.
Namun, sungguhpun nafsu diperlukan tetapi harus dikontrol dan dikendalikan agar tidak mudah terjerumus. Salah satu cara untuk mengontrol dan mengendalikannya adalah dengan berpuasa.
Kedua, di antara manfaat puasa adalah juga mengosongkan hati hanya untuk berfikir dan ber- dzikir. Sebaliknya, jika berbagai nafsu syahwat itu dituruti maka bisa mengeraskan dan membutakan hati, selanjutnya menghalangi hati untuk berdzikir dan berfikir, sehingga membuatnya lengah.
Berbeda halnya jika perut kosong dari makanan dan minuman, akan menyebabkan hati bercahaya dan lunak, kekerasan hati sirna, untuk kemudian semata-mata dimanfaatkan untuk berdzikir dan berfikir.
Jika perut penuh ataupun kenyang, maka mata akan ngantuk, otakpun berhenti berfikir, hingga akhirnya lupa untuk berfikir dan apatah lagi untuk berdzikir kepada Allah SWT. Ketiga, puasa akan membiasakan umat Islam untuk hidup disiplin, bersatu, cinta keadilan dan perasamaan, juga melahirkan perasaan kasih sayang dalam diri orang-orang beriman dan men- dorong mereka berbuat kebajikan.
Seseorang yang melaksanakan ibadah puasa, dia akan merasakan perasaan lapar dan dahaga yang kerap dialami oleh fakir dan miskin.
Dari pengalaman langsungnya ini, bukan hanya lahir perasaan simpati terhadap fakir miskin, tetapi lebih daripada itu, akan lahir pera- saan empati, rasa senasip dan sepenanggungan atas penderitaan fakir miskin, dampak berikutnya, akan lahir cinta kasih, saling tolong menolong, bantu membantu, anatara orang kaya dengan orang miskin.
Hal ini akan melahirkan perlindungan luar biasa dari orang kaya terhadap fakir miskin, sehingga dia dengan sukarela membayarkan zakatnya, dan bahkan menambahnya dengan infaq/shodaqah.
Keempat, tiap kegiatan mulia dan kebaikan merupakan ibadah. Setiap langkah kaki menuju masjid ibadah, menolong orang ibadah, berbuat adil pada manusia ibadah, tersenyum pada saudara ibadah, membuang duri di jalan ibadah, sampai tidurnya orang puasa ibadah, sehingga segala sesuatu dapat dijadikan ibadah. Sehingga kita terbiasa hidup dalam ibadah.
Artinya semua dapat bernilai ibadah. Bila kesemuanya ini berdasarkan syariat aturan dan diniatkan untuk beribadah kepada Allah Ta’ala. Hasil penelitian ilmiah membuktikan bahwa puasa mampu memberikan efek psikoterapi terhadap berbagai gangguan jiwa.
Puasa juga membuat perasaan seseorang menjadi kian halus, peka, dan peduli. Puasa bahkan mampu memberikan efek psikologis pada orang yang tak pernah memberi berubah menjadi seorang dermawan. Konon, ditemukan sebuah kasus yang terjadi di Cina baru-baru ini bahwa ada seorang ibu-ibu yang hidupnya kaya-raya tetapi tidak pernah memiliki kepekaan sosial terhadap sesamanya.
Tiba-tibah jalan hidupnya berubah karena jatuh sakit. Seluruh kekayaannya dihabiskan untuk ber- obat, tetapi penyakit yang diidapnya belum sem- buh juga. Seluruh harta bendanya telah ludes.
Ia hanya seorang diri, tanpa harta, tanpa sanak saudara. Mereka semua telah meninggalkannya karena telah capai mengurusnya. Dalam kondisi tak berdaya itu, dia menemukan makna hidup dari sebuah kjeluarga yang dia kagumi. Ia menyaksikan kehidupan sebuah keluarga sederhana, tetapi sehat dan bahagia.
Ketika dia bertanya apa rahasia sehat dan bahagia yang mereka miliki? Keluarga itu menjawab, tidak ada rahasia apa pun yang kami miliki. Kami hidup hanya seadanya. Sehari-hari kami bekerja keras dan rajin berdo’a.
Sebagian kerja keras kami, hasilnya kami berbagi kebahagiaan itu dengan sesama. Sedangkan kami sehat karena makan hanya di saat lapar dan berhenti sebelum kenyang. Kemudian kami pun berpuasa sebagaimana dianjurkan oleh agama kami.
Tertegun dengan penjelasan itu, dia mencoba melakukan apa yang dikerjakan keluarga itu. Makan di saat lapar dan berhenti sebelum kenyang, lalu berpuasa.
Dia tidak membagi harta karena telah habis. Namun ia membagi cintanya kepada sesama dengan berbakti sebagai seorang pengasuh anak yatim. Hasilnya, menakjubkan. Penyakitnya sem- buh dan kebahagiaan pun diraihnya tanpa harus menghabiskan seluruh kekayaan. Wallahu a’lam.
Penulis: DR H Ahmad Supardi Hasibuan, M.A (Kepala Biro AUAK IAIN Metro)