Peneliti: Pulau Bengkalis Terancam Tenggelam Akibat Abrasi Minggu, 27/10/2019 | 19:25
SULUHRIAU, Pekanbaru- Peneliti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Sofyan Hadi mengingatkan, pemerintah Provinsi Riau dan pemerintah Indonesia tentang ancaman tenggelamnya pulau bengkalis yang berkontur lahan gambut akibat abrasi yang belum dapat diatasi dengan baik.
Sesuai dengan hasil penelitian, gambut mengalami longsor atau peat slide dan terburai ke laut atau bog burst.
Sofyah Hadi mengatakan, pemicu proses tersebut, selain deforestasi dan alih guna lahan gambut juga (akibat) masifnya kanalisasi sebagai upaya drainase dalam pembangunan perkebunan.
Dikatakan pihaknya telah melakukan penelitian di Pulau Bengkalis salah satu pulau yang berada di Pesisir Riau dan tepat berlokasi di bibir Selat Malaka.
Dia menyoroti salah satu aspek penting yang ia jumpai di lapangan, yaitu “peat failure†dan dampaknya bagi pulau-pulau gambut di Riau, termasuk Pulau Bengkalis dan Selat Panjang.
Ia menuturkan, masifnya kanalisasi sebagai upaya drainase dalam pembangunan perkebunan menjadi penyumbang terbesar ancaman itu, karena kanal-kanal mengiris kubah gambut dan mengoyakkan keutuhan lahan gambut, akibatnya, ketika hujan deras turun bongkahan-bongkahan gambut longsor dan terburai ke arah laut.
Sofyan mengatakan, proses tersebut sangat degeneratif dan mengancam eksistensi pulau-pulau gambut dalam jangka panjang, bahkan melalui proses tersebut, daratan pulau gambut bisa lenyap dengan laju mencapai 40 meter per tahun. [slt]