Pesawat Tempur Israel Jatuh Dirudal, Timbulkan Atmosfer Perang Baru di Timur Tengah Minggu, 11/02/2018 | 18:29
Foto int
SULUHRIAU, Doha- Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan, pihaknya mengikuti dengan saksama eskalasi di Suriah, dan menyeru semua pihak untuk menahan diri. Seperti diketahui, pesawat tempur Israel jenis F-16 jatuh di rudal saat melakukan serangan di Suriah kemarin, Sabtu (10/2/2018).
Dilansir Aljazeera.net, Ahad (11/2/2018), seperti dikutip dakwatuna.com, Dujjaric menyebutkan, Sekjen PBB Antonio Guterres menganggap semua pihak di Suriah harus bertanggung jawab. Para pihak itu juga diminta untuk menaati hukum internasional dan resolusi PBB yang relevan.
Pada waktu bersamaan, Duta Israel di PBB mengutuk keras tindakan berbahaya Iran. Ia juga menyeru agar Teheran segera menghentikan tindakan provokatifnya.
Sedangkan para diplomat di DK PBB menyatakan, sejauh ini belum ada rencana untuk menggelar sidang mengenai situasi terkini di Suriah. Sidang DK sendiri rencananya baru akan digelar Rabu (14/2/2018) mendatang.
Sementara itu, Angkatan Udara Israel menanggapi jatuhnya pesawat tempur mereka. Disebutkan, serangan yang dilakukan pada Sabtu (10/2/2018) kemarin merupakan yang paling luas dan efektif melawan pertahanan Suriah sejak 1982.
Tel Aviv menambahkan, pesawat tempurnya berhasil menyerang sekitar 20 titik militer di Suriah. Di antaranya menyasar pangkalan militer Suriah dan Iran di dekat Damaskus.
Sesaat kemudian, sumber di keamanan Suriah segera menanggapi pernyataan Israel tersebut. Dikatakan, Angkatan Udara Suriah berhasil menggagalkan serangan Israel di beberapa wilayah di selatan.
Disebutkan, serangan Israel ke Suriah dipicu oleh ancaman pesawat tanpa awak Iran yang memasuki wilayah Israel. Sementara Teheran menyebutkan, jatuhnya pesawat tempur Israel adalah tindakan militernya.