Teratai sekitarnya enggan masuk ke pasar itu, Pemko Pekanbaru berencana menempatkan pedagang lain ke pasar itu.
Jika dilihat kondisi bangunan pasar yang terletak sekitar Jl Teratai itu, menyedihkan. Karena bangunan relatif baru, namun tidak ada penghuni. Bahkan, semula PKL di Jalan Teratai dan sekitarnya sudah masuk ke sana, sejak beberapa waktu terakhir ini ditinggalkan.
Pihak Pemko melalui Bidang Pasar Disperindag Pekanbaru menyatakan 'jengkel' atas keenganan pihak PKL masuk ke Pasar itu dengan berbagai alasan.Sebab itu, ke depan pihak Bidang Pasar akan tetap mencari solusi agar pasar yang dibangun melalui dana negara itu tetap bermafaat.
Kabid Pasar Pasar Disperindag Pekanbaru, T Firdaus, dikonfirmasi Suluhriau.com Selasa, (1/8/2017) dengan tegas mengatakan, Pemko tidak akan membiarkan bangunan itu tanpa manfaat.
Sebab, pihak Pemko sudah berusaha membangun sarana dan fasilitas pasar ini dengan susah payah demi membantu pedagang, dan di pasar itu bisa menampung 150 pedagang. Namun pedagang tidak mendukung.
"Kita sudah berkali-kali menggiring PKL Teratai masuk ke pasar itu, namun alasan pedagang nggak mau, karena masih ada yang di luar. Dan berbagai alasan lainnya," kata Firdaus menegaskan.
Frdaus juga enggan disebut jika sarana dan fasilitas ini tidak dimanfaatkan, karena berbagai upaya telah dilakukan. Kini bahkan, Pemko melalui Bidang Pasar kembali menambah sarana di lantai II untuk kuliner. Dan akan menambahkan kios lagi. Kekurangan-kurangan fasilitas di Pasar itu juga akan diperbaiki. Karena diakuinya, banyak fasilitas kini di pasar itu tak berfungsi dan bahkan ada yang rusak dan hilang.
Jika semua ini selesai, dan PKL yang menyalahi aturan di Jl Teratai itu tak juga mau masuk, maka Pemko tidak menuntup kemungkinan akan memasukkan pedagang lain ke pasar tersebut nantinya. Apalagi, ada pihak distributor barang yang beriminat menempati pasar tersebut.
"Jadi jangan salahkan Pemko kalau menempatkan pedagang lain disitu, bisa saja itu kita lakukan. Karena apa yang dibangun Pemko harus ada manfaatnya, kalau tidak perencanaan nanti dianggap salah. Karena pasar itu dibangun atas dasar melihat adanya potensi pedagang cukup banyak yang akan menempati," katanya.
Dengan demikian kata Firdaus, setelah ditempati pedagang lain nanti jangan menyesal. "Pedagang jangan hanya menuntut saja, tapi tak mau menghuninya," katanya.
Dari pantauan ke pasar itu, sejumlah fasilitas pendukung pasar Higenis yang dibangun 2015 ini, banyak yang hilang, seperti lampu, mesin air, pintu (rolling door), tangki air, kabel listrik dan saklar dan jenis fasilitas lainnya ada yang hilang dan rusak. Hal inipun tidak dibantah Firdaus. [chr]