Senin, 17 Januari 2022
Gubri Syamsuar Serahkan Bantuan 12 Rumah Layak Huni untuk Warga di Rohul | Pisah Sambut Kapolres, Bupati: Semoga Bisa Bersinergi Melayani Massyarakat dan Bangun Pelalawan | Panitia Donor Darah PWI Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Tempat Acara | Minyak Goreng Murah Sudah Terjual di Riau Sebanyak 73 Ribu Liter | Cuaca Buruk, 2 Penumpang Meninggal Saat Kapal Amgkut Tenggelam di Peraian Rupat | Cuaca Buruk, 2 Penumpang Meninggal Saat Kapal Amgkut Tenggelam di Peraian Rupat
 
Nusantara
Harimau Muncul di Perkebunan, Warga Ramai-ramai Merekam dari Jarak Dekat

Nusantara - - Kamis, 21/10/2021 - 20:06:24 WIB

SULUHRIAU-  Warga Desa Simpang, Kecamatan Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan ramai ramai merekam  kemunculan harimau yang melintas di perkebunan warga.

Aksi itu dilakukan warga dari jarak yang cukup dekat. Dari video yang beredar, tampak harimau tersebut tidak bereaksi sedikit pun. Hewan yang dilindungi itu justru tetap berjalan untuk masuk ke kawasan hutan.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Agus Arianto mengatakan, peristiwa itu bermula saat petani di sana sedang bekerja. Saat itu mereka melihat seekor harimau berjalan melintas di hadapan mereka.

Lantas warga yang berada di sana ramai-ramai merekam dan melakukan pengusiran, agar harimau tersebut jauh dari warga.

"Itu kejadiannya pada saat masyarakat ingin mengambil kelapa sawit, kemudian muncul harimau di kawasan itu. Mereka berupaya untuk mengusir tapi harimau itu tidak merespons," kata Agus saat dikonfirmasi, Kamis, (21/10/2021).

Namun aksi itu sangat berisiko, pihak BKSDA Aceh berharap warga tidak mengulang aksi serupa. Apalagi harimau tersebut bisa saja bereaksi dengan menyerang warga jika merasa terganggu.

"Kita lihat itu berisiko juga karena udah terlalu dekat dengan keberadaan harimau," ujarnya.

Pihaknya juga sudah menurunkan tim untuk melakukan pengusiran harimau tersebut agar kembali ke habitatnya. Kemudian BKSDA sudah memasang kamera di berbagai titik untuk memantau harimau tersebut.

Warga di sana juga diberikan edukasi untuk tidak mengganggu, apalagi memburu satwa dilindungi itu.

"Kita sudah berikan pemahaman juga ke masyarakat untuk membatasi aktivitasnya, tidak mengambil langkah-langkah yang dapat mencelakakan diri sendiri," katanya.

Sumber: Viva.co.id
Editor: Jandri



 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Kode Etik Internal Perusahaan Pers |Redaksi
Copyright 2012-2021 SULUH RIAU , All Rights Reserved