Senin, 17 Januari 2022
Gubri Syamsuar Serahkan Bantuan 12 Rumah Layak Huni untuk Warga di Rohul | Pisah Sambut Kapolres, Bupati: Semoga Bisa Bersinergi Melayani Massyarakat dan Bangun Pelalawan | Panitia Donor Darah PWI Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Tempat Acara | Minyak Goreng Murah Sudah Terjual di Riau Sebanyak 73 Ribu Liter | Cuaca Buruk, 2 Penumpang Meninggal Saat Kapal Amgkut Tenggelam di Peraian Rupat | Cuaca Buruk, 2 Penumpang Meninggal Saat Kapal Amgkut Tenggelam di Peraian Rupat
 
Politik
Ribut-ribut PAN dan PSI di Koalisi Jokowi: Sebutan Junior dan Tudingan Benalu

Politik - - Sabtu, 28/08/2021 - 08:21:35 WIB

SULUHRIAU- Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Nanang Priyo Utomo melabeli Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai anggota 'Junior' di koalisi pemerintahan Jokowi.

Hal itu ia katakan merespons pernyataan Juru Bicara PAN, Rizki Aljupri, yang meminta PSI tak menjadi benalu di pemerintahan Jokowi.

Nanang lantas meminta PAN mengecek kepada partai koalisi 'senior' Jokowi lainnya terkait penilaian PSI menjadi benalu di pemerintahan Jokowi.

"Silakan saja cek ke Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf. Apa selama sekitar 2 tahun ini PSI menjadi benalu? Berpotensi jadi benalu pun tidak. Silakan kawan-kawan PAN sebagai anggota "koalisi junior" cek ke partai-partai "koalisi senior" lain," kata Nanang dilansir  CNNIndonesia.com, Sabtu, (28/8/2021).

Nanang mengklaim bahwa PSI berstatus sebagai partai yang konsisten mendukung Jokowi sejak awal Pilpres. Karenanya, ia mengklaim tidak akan pernah menjadi benalu di pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Sekretaris Dewan Pembina PSI Raja Juli Antoni, sekedar mengingatkan saja kepada sejarah dan fakta politik bahwa PAN pernah bermain politik dua kaki," kata Nanang.

Nanang lantas mengingatkan agar PAN jangan mengkhianati Jokowi kembali untuk kedua kalinya ketika sudah bergabung di koalisi.

PAN Minta PSI Jangan Jadi Benalu di Koalisi Jokowi Diketahui, PAN sempat bergabung ke koalisi pemerintahan Jokowi pada September 2015.

Namun, PAN memutuskan keluar koalisi ditandai dengan mundurnya kader PAN Asman Abnur sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) pada Agustus 2018.

"Sekali lagi PSI mengucapkan "ahlan wa sahlan", selamat datang dan bergabung, kawan-kawan PAN. Sebagai kawan yang baik PSI hanya sekedar mengingatkan PAN: jangan pernah khianati Jokowi lagi," kata dia.

Aksi saling tuding antara PAN dan PSI terjadi usai politikus PSI, Raja Juli Antoni meminta PAN berhenti bermain dua kaki bila ingin masuk koalisi parpol pendukung Jokowi. Hal itu diungkapkan Antoni usai melihat PAN menghadiri pertemuan bersama parpol koalisi Jokowi lainnya di Istana Negara.

Melihat tudingan itu, PAN menegaskan tak pernah bermain dua kaki dan meminta PSI tak jadi benalu di pemerintahan Jokowi.

PAN menyinggung Asman Abnur yang langsung mundur dari jabatan sebagai Menpan RB setelah PAN resmi memberikan dukungan kepada pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di pertengahan 2018. (CNNIndonesia.com)
Editor: Jandri



 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Kode Etik Internal Perusahaan Pers |Redaksi
Copyright 2012-2021 SULUH RIAU , All Rights Reserved