Kamis, 15 April 2021
Situasi Makin Tak Kondusif, 200 Warga Indonesia Tinggalkan Myanmar | Ilham Saputra Resmi Jadi Ketua KPU RI Definitif | Kasus Covid-19 Riau di Posisi 4 Nasional, Gubri Tegaskan Lagi Patuh dengan Prokes | Prof. Quraish Shihab: Masa Nabi, Shalat yang Kita Lakukan Setelah Isya Itu Tidak Dinamai Tarawih | Habib Rizieq Marah-Marah di Ruang Sidang, Tuding Bima Arya Berbohong | Wako Pekanbaru Tegaskan ke Kepala Sekolah Disiplin Terapkan Prokes Covid-19 Saat Belajar Tatap Muka
 
Sosial Budaya
Fenomena Langka, Penampakan Burung Setengah Jantan dan Betina yang Tertangkap Kamera

Sosial Budaya - - Kamis, 25/02/2021 - 13:01:50 WIB

SULUHRIAU- Seekor burung yang tampaknya setengah jantan dan setengah betina tertangkap kamera seorang penggemar burung di negara bagian Pennsylvania, Amerika Serikat (AS) yang bergegas keluar dengan kameranya ketika dia mendengar seorang temannya melihat burung kardinal utara.

Meskipun bukan satu-satunya, burung dengan dua jenis kelamin jarang ditemukan. Burung kardinal utara jantan berwarna merah cerah, sedangkan betina berwarna coklat pucat. Burung yang difoto itu, dengan perpaduan dua warna, menunjukkan ia mungkin campuran dari dua jenis kelamin.

Ahli burung Jamie Hill, 69, yang sudah pensiun, mengatakan kepada BBC bahwa itu adalah "temuan sekali seumur hidup, satu dari sejuta".

Teman Hill mengatakan kepadanya bahwa dia telah melihat "burung yang tidak biasa" datang ke tempat makan burungnya di Warren County, di negara bagian Pennsylvania.

Pada awalnya, Hill bertanya-tanya apakah burung itu leucistic - istilah yang berarti burung akan kehilangan pigmentasi pada bulunya, tetapi bukan setengah betina, setengah jantan.

Tapi setelah melihat gambar ponsel, dia menduga itu adalah apa yang disebut bilateralgynandromorphism, yaitu ketika burung memiliki ovarium dan testis tunggal yang berfungsi.

Dia mengunjungi rumah tempat burung kardinal utara itu terlihat. Selama satu jam dia bisa memotret burung yang tidak biasa itu.

"Setelah saya menangkap gambar-gambar itu, jantung saya berdebar-debar selama lima jam berikutnya sampai saya bisa pulang dan memproses gambar digital untuk melihat apa yang sebenarnya saya miliki," jelas Hill.

"Saya telah mencari burung pelatuk paruh gading, yang telah lama dipercaya punah selama hampir dua dekade.

"Dan memotret versi langka dari salah satu burung di halaman belakang kami, burung Kardinal Utara gynandromorph ini, rasanya mungkin hampir sama menyenangkannya ketika saya benar-benar menemukan burung pelatuk itu," katanya.

Burung setengah jantan, setengah betina adalah fenomena yang sangat langka, kata Profesor Brian Peer dari Western Illinois University, yang telah mempelajari bilateral gynandromorph burung kardinal utara di AS.

Namun, dia menambahkan, fenomena tersebut bisa tidak terdeteksi pada beberapa spesies.

"Bilateral gyndromorphism tampaknya disebabkan oleh kesalahan selama pembelahan sel," katanya.

"Sebuah telur dan badan polar terkait dibuahi oleh sperma yang terpisah. Individu yang dihasilkan adalah chimera jantan-betina."

Kardinal gynandromorph utara itu mungkin bukanlah yang pertama terlihat di daerah tersebut.

Pada 2019, pasangan melihat burung serupa di dekat daerah itu, menurut National Geographic.

Hill berspekulasi bahwa burung kardinal yang dilihatnya bisa jadi adalah burung yang sama.

Profesor Peer menunjukkan bahwa kardinal utara adalah burung yang sangat umum di Amerika Utara.

Oleh karena burung kardinal utara jantan dan betina sangat berbeda dalam penampilan, lebih mudah untuk melihat spesimen gynandromorph. (*)

Sumber: BBCNews Indonesia



 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved