">
  Kamis, 15 April 2021
Situasi Makin Tak Kondusif, 200 Warga Indonesia Tinggalkan Myanmar | Ilham Saputra Resmi Jadi Ketua KPU RI Definitif | Kasus Covid-19 Riau di Posisi 4 Nasional, Gubri Tegaskan Lagi Patuh dengan Prokes | Prof. Quraish Shihab: Masa Nabi, Shalat yang Kita Lakukan Setelah Isya Itu Tidak Dinamai Tarawih | Habib Rizieq Marah-Marah di Ruang Sidang, Tuding Bima Arya Berbohong | Wako Pekanbaru Tegaskan ke Kepala Sekolah Disiplin Terapkan Prokes Covid-19 Saat Belajar Tatap Muka
 
Sosial Budaya
Gigit Alu Bobot 20 Kg, Pertunjukan Tari Losung Kampar Pukau Pengunjung di Event Pariwisata 2021

Sosial Budaya - - Kamis, 25/02/2021 - 09:45:52 WIB
Penampilan penari Tarian Losung di Mal SKA Pekanbaru
TERKAIT:

SULUHRIAU, Pekanbaru - Ada yang menarik perhatian ratusan pasang mata pengunjung di pusat perbelanjaan Mal SKA Pekanbaru  Riau di event Pesona Pariwisata Pekansikawan dengan tema "2nd Cultures, Tourism & Business Fair 2021".

Pada Rabu 24, pengunjung terpana menyaksikan penampilan 25 penari Desa Ranah Sungkai, Kecamatan 13 Koto Kampar.

Para penari ini membawakan Tari Losung khas Melayu Kampar di dalam even Pesona Pariwisata Pekansikawan dengan tema 2nd Cultures, Tourism & Business Fair 2021 tersebut.

Pengunjung menikmati betul tarian dengan gerakan enerjik, diiringi tetabuhan musik tradisional dan lagu daerah dari Indonesia.

Tampilan memukau sontak mendapat gemuruh tepuk tangan pengunjung, saat penari Tarian Losung yang masih berusia belia menggigit tempat penumbuk padi atau alu yang ditaksir seberat sekira 20 kg.

Kepala Desa Ranah Sungkai mengucapkan terimakasih kepada Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar yang telah mempercayakan dan memfasilitasi putra-putri Desa Ranah Sungkai yang berbakat di seni tari untuk unjuk aksi di mall terbesar di Pekanbaru itu dalam acara Pesona Pariwisata Pekansikawan.

“Semoga dengan penampilan ini bisa menjadi ajang promosi kampung kami, bahwa banyak penari berbakat di desa kami,” terang Kepala Desa Ranah Sungkai Ady Yanto, didampingi Ketua BPD Ranah Sungkai Afitri, S.Sos.

Dijelaska Ady Yanto, tarian itu merupakan tari penyambut pesta panen raya ketika masyarakat panen padi, dan yang membuat tari losung unik dan sulit, karena menari menggunakan piring, berguling diatas piring ada gerakan memakan alu 20kg, juga diikuti 13 gerakan yang atraktif.

“Kita harap masyarakat Riau banyak yang tertarik datang belajar tari Losung. Dan tentunya dengan hadirnya tari Losung di Mal SKA dapat dikenal ke seluruh Riau,” pungkas Ady Yanto.

Pengurus Sanggar Tari Desa Ranah Sungkai, Aprizal berharap pemerintah dan perusahaan di Riau bisa mensupport seni budaya Melayu agar para pelaku seni budaya di Riau semangat dalam melestarikan budaya . (rls)

Ediitor: Jandri



 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved